MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — PSM Makassar kini berada dalam situasi yang sangat genting di penghujung musim kompetisi.
Dengan hanya menyisakan empat pertandingan, peluang tim berjuluk Juku Eja untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia disebut-sebut semakin menipis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ancaman degradasi bahkan diperkirakan mencapai 75 persen, jika melihat performa tim dalam beberapa laga terakhir. Kondisi ini membuat “kapal Phinisi” PSM seakan berada di ujung tanduk dan membutuhkan perjuangan ekstra keras untuk bisa selamat.
Empat laga sisa yang akan dijalani PSM bukanlah pertandingan mudah. Dua laga kandang akan mempertemukan mereka dengan Bhayangkara FC dan Persib Bandung. Sementara itu, dua laga tandang akan menjadi ujian berat saat menghadapi Arema FC dan Madura United.
Dari analisis performa terkini, PSM diprediksi hanya memiliki peluang meraih poin saat menjamu Bhayangkara FC, itupun dengan kemungkinan hasil imbang.
Sementara dalam tiga laga lainnya, yakni melawan Arema FC, Persib Bandung, dan Madura United, PSM diperkirakan akan kesulitan dan berpotensi kehilangan poin penuh.
Terlebih, laga terakhir melawan Madura United yang digelar di kandang lawan berpotensi menjadi penentu nasib PSM di akhir musim. Jika gagal meraih hasil positif, peluang untuk bertahan di Liga 1 bisa benar-benar tertutup.
Di tengah situasi sulit ini, suara dukungan tetap mengalir dari para suporter. Salah satunya datang dari suporter PSM yang dikenal dengan sapaan Bung Rais. Ia mengaku masih menyimpan harapan besar agar tim kebanggaannya bisa keluar dari tekanan.
“Situasinya memang berat, tapi PSM itu tim besar. Tidak boleh menyerah sebelum semuanya selesai. Kami sebagai suporter tetap percaya, pemain harus berjuang habis-habisan di sisa laga,” ujar Bung Rais.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan suporter tidak akan surut meski tim tengah berada di posisi sulit. Menurutnya, semangat Siri’ na Pacce harus menjadi pegangan seluruh pemain untuk bangkit.
“Kalau pun peluang kecil, selama masih ada kesempatan, harus diperjuangkan. Kami di tribun akan tetap berdiri di belakang tim. Harapan kami sederhana, PSM tetap bertahan di Liga 1,” tambahnya.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga manajemen. Dukungan penuh dari suporter diharapkan mampu membakar semangat juang tim demi menghindari degradasi.
Jika tidak ada perubahan signifikan dalam performa dan mental bertanding, bukan tidak mungkin PSM Makassar harus menerima kenyataan pahit turun kasta ke Liga 2 di akhir musim ini. (drw)

