SEMARANG, UJUNGJARI.COM — Konsistensi Malut United bakal kembali mendapatkan ujian saat menjamu Persis Solo pada duel pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Laga ini menjadi partai kandang ‘usiran’ pertama Laskar Kie Raha musim ini.

Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Jatidiri, Sabtu (2/5/2026) pukul 19.00 WIB. Malut United terpaksa bermain jauh dari markasnya, menjadikan laga ini sebagai ujian tambahan dalam menjaga performa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat ini, Laskar Kie Raha masih bertengger di peringkat keempat klasemen dengan koleksi 49 poin dari 30 pertandingan. Di sisi lain, Laskar Sambernyawa berada di posisi ke-16 dengan raihan 27 poin, membuat mereka terancam degradasi.

Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan. Malut United berambisi menjaga posisi di papan atas, sementara Persis Solo wajib meraih poin penuh untuk keluar dari tekanan zona merah.

Dari sisi performa, Malut United sempat mengalami inkonsistensi dalam urusan mencetak gol. Meski pada laga terakhir mampu menggilas PSBS Biak dengan skor telak 7-0, mereka sebelumnya hanya mencetak tiga gol dalam empat pertandingan.

Kendati demikian, tim asuhan Hendri Susilo tetap menjadi salah satu tim paling produktif dengan torehan 61 gol musim ini.
Sejumlah pemain kunci masih menjadi andalan, seperti David da Silva yang telah mengoleksi 19 gol dari 29 laga dan memimpin daftar top skor sementara.

Selain itu, ada Ciro Alves (11 gol, 5 assist), Tyronne del Pino (10 gol, 9 assist), serta Yakob Sayuri (7 gol, 6 assist) yang siap menjadi ancaman bagi lini belakang Persis.

Di kubu Persis Solo, pertandingan ini menjadi laga hidup mati demi bertahan di kasta tertinggi. Tim asuhan Milomir Seslija masih dibayangi catatan buruk saat bermain tandang. Dalam empat laga away terakhir, mereka gagal meraih kemenangan.

Bahkan, dalam dua laga tandang terakhir, Persis tidak mampu mencetak gol saat kalah dari Arema FC (0-2) dan Persija Jakarta (0-4). Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.

Tiga poin menjadi harga mati bagi Laskar Sambernyawa. Jika kembali gagal meraih kemenangan, peluang mereka untuk keluar dari zona degradasi akan semakin menipis seiring mendekati akhir musim. (**)