MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kepastian PSBS Biak sebagai tim pertama yang terdegradasi dari BRI Super League musim 2025/2026 mulai membuka peta persaingan di zona merah.

Kekalahan telak 0-4 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026), memastikan langkah “Badai Pasifik” terhenti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PSBS hanya mampu mengoleksi 18 poin dari 31 pertandingan. Dengan tiga laga tersisa, maksimal poin yang bisa diraih adalah 27, jumlah yang sudah tidak mungkin lagi mengejar Madura United di posisi ke-15 dengan 29 poin.

Kini, perhatian tertuju pada tim-tim yang berpotensi menyusul ke Liga 2 musim 2026/2027. Tim paling dekat dengan jurang degradasi adalah Semen Padang.

Kabau Sirah baru mengumpulkan 20 poin dari 30 laga dan berada dalam tekanan besar jelang pekan ke-31.

Laga melawan Dewa United menjadi penentuan nasib. Jika Semen Padang kalah, sementara Madura United minimal meraih hasil imbang, maka Semen Padang dipastikan menyusul PSBS Biak turun kasta.

Selain itu, beberapa tim lain juga belum sepenuhnya aman. Persijap Jepara dan PSM Makassar yang berada di posisi ke-13 dan ke-14 sama-sama mengoleksi 31 poin.

Meski relatif lebih aman, keduanya masih butuh tambahan poin untuk benar-benar menjauh dari ancaman degradasi.

Satu kemenangan saja sudah cukup bagi PSM Makassar maupun Persijap Jepara untuk mengunci posisi mereka dari kejaran Semen Padang. Namun jika terus terpeleset, bukan tidak mungkin persaingan di papan bawah akan semakin ketat hingga pekan terakhir.

Sementara itu, Persis Solo dan Madura United juga belum sepenuhnya aman. Selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan tersisa menjadi krusial.

Dengan tiga pekan tersisa, persaingan menghindari degradasi dipastikan akan berlangsung sengit. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal, sementara satu kemenangan bisa menjadi penyelamat musim.  (drw)