GOWA, UJUNGJARI.COM — Upaya Pemkab Gowa melakukan intervensi Imunisasi Zero Dose (IZD) kepada 5.787 anak Balita akhirnya berhasil. Bahkan dari gerakan IZD ini, Pemkab Gowa melalui kerja TP PKK Kabupaten Gowa mampu melampaui target dan berhasil mengintervensi 5.985 anak balita yang tersebar di 167 desa-kelurahan pada 18 kecamatan.
Capaian intervensi IZD ini sebesar 101,8 persen. Komitmen ini ditunjukkan TP PKK Gowa dengan melakukan kerja kolaboratif menggerakkan pemerintah desa-kelurahan, pemerintah kecamatan hingga peran Puskesmas dan Posyandu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena capaian IZD di atas 100 persen ini, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Tito Karnavian pun memuji kerja-kerja kolaboratif dan menyatakan salut atas upaya konkret yang dilakukan TP PKK Kabupaten Gowa.
Di hadapan para kader PKK se-Sulsel saat hadir melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Imunisasi Zero Dose secara langsung di Sulsel dan terpusat di Kabupaten Gowa tepatnya di Baruga Tinggimae kompleks Rujab Bupati Gowa pada Selasa (5/5) pagi, Ketum TP PKK Pusat Tri Tito memberikan jempol atas capaian IZD yang dilakukan di Kabupaten Gowa.
Menurut Tri Tito, apa yang dilakukan TP PKK Gowa bersama Pemerintah Kabupaten Gowa merupakan kerja nyata yang patut dicontoh 24 kabupaten-kota di Sulsel juga provinsi lainnya.

“Jika sasaran atau target 5.787 anak dikali 24 kabupaten-kota di Sulsel maka begitu besarnya jumlah anak balita yang perlu diimunisasi. Dan jika seluruh TP PKK kabupaten-kota mampu melakukan kerja cepat secara keroyokan/kolaboratif seperti di Gowa maka sudah tentu 140 ribu lebih anak bisa terimunisasi. Imunisasi Zero Dose ini artinya adalah anak yang sama sekali belum pernah diimunisasi satu jenis pun vaksin. Padahal kita ketahui bersama jika ada anak tidak diimunisasi maka risiko mengalami gangguan penyakit di kemudian hari. Makanya, sejak dini, sejak anak masih bayi hingga balita wajib dilindungi dengan diimunisasi. Agar besarnya nanti anak tidak mengalami polio dan penyakit berbahaya lainnya, ” kata Tri Tito.
Dikatakan Tri Tito, imunisasi adalah perlindungan agar mendapat generasi SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkualitas. SDM ini rentang dengan perkembangan teknologi. Imunisasi langkah pertama melindungi anak. Namun tambah Tri Tito, SDM akan baik jika imunisasi juga dibarengi pola asuh orang tua.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang hadir mendampingi kunjungan istri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ini mengapresiasi langkah Ketum TP PKK Pusat karena menjadikan Sulsel sebagai target Imunisasi Zero Doze di Indonesia.
“Kami sangat berterimakasih atas amanah ini. Inilah kerja nyata dari PKK. Dan kami pun berterima kasih karena TP PKK Pusat menjadikan Sulsel sebagai lokus IZD ini. Insha Allah pemerintah provinsi hingga ke pemerintah kabupaten dan kota mampu melakukan kerja kolaboratif ini. Terkhusus pelaksanaan IZD di Gowa yang mampu melampaui target, ini adalah kerja kerja tim dari PKK dan seluruh Camat, pihak Puskesmas dan para kader PKK di bawah. Mereka bergerak cepat terstruktur sehingga capai 101,8 persen atau 5.985 anak bisa diintervensi dari target awal 5.787 anak saja, ” kata Gubernur Sulsel.
Bupati Gowa Husniah Talenrang mengatakan, pada tahun 2026 ini, Kabupaten Gowa ditetapkan sebagai salah satu fokus prioritas nasional untuk penanganan prioritas Zero Dose dengan jumlah sasatam 5.787 anak yang belum sama sekali mendapatkan imunisasi.
“Alhamdulillah, berkat instruksi pak gubernur, kami di Gowa mampu mengintervensi anak hingga di atas 100 persen pada 18 April. Realnya adalah 5.985 anak berhasil kita intervensi dari.5.787 anak (101, 8 persen) sebagai target,” kata Husniah.
Bupati Gowa juga mengatakan, melalui kegiatan monev ini semua pihak dapat menguatkan arah dan strategi agar semakin mampu berkinerja baik dan berkelanjutan.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk sama sama memastikan bahwa setiap anak di Gowa mendapatkan haknya untuk hidup sehat melalui imunisasi lengkap. Satu anak yang tidak diimunisasi adalah satu risiko di masa depan kita. Dengan dukungan program nasional ini termasuk kolaborasi bersama PKK, target zero doze dapat tercapai signifikan, ” tandas Husniah Talenrang.
Usai memberikan pengarahan kepada para kader PKK dan jajaran Puskesmas dan Posyandu, Ketum TP PKK Pusat Tri Tito melakukan kunjungan langsung ke Kecamatan Pallangga untuk melihat secara dekat pelaksanaan imunisasi zero dose.
Terpisah Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Andi Tenri Indah DM mengatakan, meski target IZD telah tercapai bahkan telah melampaui target tersebut, PKK tidak akan berhenti.
PKK kata Indah akan terus melakukan kerja kolaboratif dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan untuk terus menyasar anak-anak yang belum terjamah imunisasi atau Zero Dose (anak nol dosis) atau sama sekali belum.pernah mendapatkan imunisasi dasar sejak kecil.
“PKK akan terus bergerak. Kita tidak akan berhenti meski target telah terpenuhi. Sebab anak itu penting, mereka adalah generasi yang akan dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Agar SDM anak baik maka harus diimunisasi lengkap, ” kata Indah yang juga istri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin.
Tiga Puskesmas kecamatan yang dinilai berhasil capai target IZD 50 persen tahap awal diberi penghargaan berupa hadiah umrah bagi peraih target tercepat pertama adalah Puskesmas Kecamatan Pallangga dengan capaian 51,32 persen (330 anak sasaran).
Kemudian tercepat kedua motor listrik adalah Puskesmas Somba Opu dengan capaian 49,94 persen (385 anak sasaran) demikian pula dengan tercepat ketiga adalah Puskesmas Bontomarannu dengan capaian 42,82 persen (305 anak sasaran). –

