MAKKAH, UJUNGJARI.COM — Jemaah haji Indonesia yang membutuhkan bantuan mobilitas di Masjidil Haram diimbau untuk lebih waspada saat menggunakan jasa dorong kursi roda.

Imbauan tersebut disampaikan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia agar jemaah hanya memanfaatkan layanan resmi guna menghindari potensi penipuan maupun tarif yang tidak sesuai ketentuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah padatnya aktivitas ibadah haji dan tingginya mobilitas jemaah, layanan kursi roda menjadi fasilitas penting, khususnya bagi jemaah lanjut usia, penyandang keterbatasan fisik, maupun mereka yang kelelahan saat menjalankan ibadah umrah wajib, thawaf, dan sa’i.

Mengutip unggahan akun Instagram resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, petugas resmi jasa dorong kursi roda memiliki identitas yang mudah dikenali.

Jemaah diminta memastikan petugas menggunakan rompi abu-abu bertuliskan “Carts Service” di bagian belakang, memakai kartu identitas resmi, serta tersedia di terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah.

Selain itu, petugas haji juga menyiapkan kartu kendali untuk membantu proses layanan di terminal resmi.

Adapun tarif jasa dorong kursi roda dari terminal Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah pada masa pra puncak haji berkisar antara 250 hingga 500 SAR.

Sementara pada masa pasca puncak haji tarif berkisar 350 hingga 600 SAR. Pembayaran dilakukan secara tunai menggunakan uang pas dalam mata uang riyal Saudi dan tiket hanya berlaku untuk satu orang.

Selain jasa dorong, tersedia pula layanan sewa kursi roda dan mobil golf di kawasan Masjidil Haram. Untuk sewa kursi roda, tarif full umrah sebesar 200 SAR, thawaf 125 SAR, dan sa’i 75 SAR.

Sedangkan tarif sewa mobil golf yakni 200 SAR untuk full umrah, 100 SAR untuk thawaf, dan 100 SAR untuk sa’i. Tiket dibeli langsung di lokasi dan berlaku untuk satu orang.

Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah RI juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan kaki di tengah cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.

Jemaah dianjurkan menggunakan alas kaki sesuai ukuran, membawa kantong penyimpanan sandal saat masuk masjid, rutin memakai pelembap untuk mencegah kaki kering, serta menggunakan kaos kaki sebelum memakai alas kaki.

Menjaga kondisi fisik selama berada di Tanah Suci menjadi hal penting agar jemaah tetap sehat dan prima hingga pelaksanaan puncak ibadah haji. (**)