JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau jamaah calon haji Indonesia memanfaatkan aplikasi Kawal Haji selama berada di Tanah Suci.
Aplikasi tersebut disiapkan sebagai kanal pengaduan cepat untuk berbagai persoalan layanan haji di Madinah maupun Makkah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Imbauan ini disampaikan di tengah meningkatnya jumlah jemaah Indonesia yang telah tiba di Arab Saudi. Hingga hari ke-16 operasional haji 2026, lebih dari 97 ribu jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj, Suci Annisa, mengatakan aplikasi Kawal Haji dirancang untuk mempercepat penanganan keluhan sekaligus meningkatkan transparansi layanan penyelenggaraan ibadah haji.
“Aplikasi Kawal Haji menjadi instrumen penting dalam memastikan layanan yang responsif, transparan, dan akuntabel. Kami mengajak jamaah dan keluarga untuk aktif memanfaatkannya,” ujar Suci Annisa di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Melalui aplikasi tersebut, jemaah maupun petugas dapat melaporkan berbagai kebutuhan layanan secara langsung dan real-time. Mulai dari persoalan konsumsi, akomodasi, transportasi, layanan kesehatan, hingga laporan kehilangan barang maupun jemaah.
Kawal Haji juga menggunakan konsep crowdsourcing, di mana laporan yang masuk dapat dipantau langsung oleh jamaah dan petugas tanpa proses penyaringan admin sehingga komunikasi berjalan dua arah.
Jemaah Diingatkan Waspadai Cuaca Panas
Selain layanan haji, Kemenhaj juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama menjalani ibadah di Arab Saudi. Pasalnya, suhu udara di Madinah dan Makkah saat ini berkisar antara 37 hingga 39 derajat Celsius.
“Kami mengingatkan jamaah untuk mengatur aktivitas sesuai kemampuan, cukup istirahat, dan menjaga asupan cairan. Jangan ragu melapor kepada petugas kesehatan jika mengalami keluhan,” ujarnya.
Kondisi cuaca panas menjadi perhatian karena aktivitas ibadah dan mobilitas jemaah cukup tinggi menjelang fase puncak haji.
Kemenhaj juga meminta seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) tetap mematuhi ketentuan yang berlaku serta aktif berkoordinasi dengan petugas resmi di lapangan.
“Kolaborasi dan kepatuhan seluruh pihak menjadi kunci utama kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini,” kata Suci. (**)

