MADINAH, UJUNGJARI.COM — Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi meninjau sejumlah dapur mitra penyedia konsumsi jemaah Indonesia di Madinah, Jumat (8/5).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan layanan konsumsi bagi jemaah haji Indonesia, khususnya pada fase pasca puncak Armuzna untuk jemaah haji gelombang II.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam peninjauan itu, Jaenal melihat langsung proses pengolahan makanan, kesiapan operasional dapur, hingga kondisi tenaga kerja yang terlibat dalam penyediaan konsumsi bagi jemaah Indonesia.
Ia mengapresiasi komitmen pihak dapur dalam menjaga kualitas layanan, termasuk perhatian terhadap kesehatan pekerja melalui penyediaan tenaga kesehatan di area dapur.
“Kami mengapresiasi perhatian pihak dapur terhadap kesehatan para pekerja. Ini penting untuk memastikan layanan konsumsi bagi jemaah tetap berjalan optimal,” ujar Jaenal.
Menurutnya, keterlibatan tenaga kerja asal Indonesia di dapur-dapur mitra menjadi nilai tambah tersendiri. Selain membantu menjaga cita rasa khas nusantara, keberadaan tenaga kerja Indonesia juga memberikan manfaat ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja.
“Penambahan tenaga kerja dari Indonesia, tidak hanya chef, menjadi bagian penting dalam menjaga cita rasa makanan yang sesuai dengan selera jemaah. Di sisi lain, ini juga memberi manfaat ekonomi bagi tenaga kerja kita,” jelasnya.
Jaenal juga menyoroti penggunaan bumbu pasta dalam proses pengolahan makanan. Ia menilai inovasi tersebut membantu menjaga konsistensi rasa masakan nusantara sekaligus mempermudah proses memasak dalam skala besar.
Ia menegaskan, Kementerian Haji akan terus memperkuat kemitraan berkelanjutan dengan para penyedia layanan konsumsi di Arab Saudi.
Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi kunci menghadirkan layanan makanan yang berkualitas, higienis, dan sesuai kebutuhan jemaah Indonesia.
“Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga, sehingga layanan konsumsi bagi jemaah Indonesia dapat diberikan secara berkualitas, higienis, dan tetap sesuai dengan selera nusantara,” tandasnya. (**)

