MAKKASSAR, UJUNGJARI.COM – Lurah Berua, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Andi Suryanti, angkat bicara terkait penolakan warga terhadap rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih di kawasan Telkomas, Kelurahan Berua.
Penolakan warga muncul karena lokasi yang diusulkan untuk pembangunan koperasi disebut berada di atas lahan fasilitas umum berupa lapangan basket yang selama ini digunakan warga untuk berolahraga dan aktivitas sosial masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi hal itu, Andi Suryanti mengatakan lokasi tersebut baru sebatas usulan dan belum ada keputusan final terkait pembangunan koperasi di area lapangan basket Telkomas.
Menurutnya, lapangan basket tersebut sudah lama tidak terawat sehingga dinilai memungkinkan untuk diusulkan sebagai lokasi Koperasi Merah Putih.
“Awalnya itu, saya dan pak Babinsa disuruh cari lokasi untuk Koperasi Merah Putih, dan kebetulan ada fasum (lapangan basket) di Telkomas yang bisa digunakan,” ujar Andi Suryanti kepada ujungjari.com, Jumat (15/5).
Ia menegaskan, pihak kelurahan hanya mengusulkan lokasi tersebut dan belum ada kepastian pembangunan dilakukan di area itu.
“Kami baru usulkan itu, diterima atau tidak, kami tidak tahu. Jadi baru sebatas mengusulkan, belum tentu di situ (Lapangan Basket Telkomas),” tambahnya.
Meski demikian, Andi Suryanti memastikan pihak kelurahan tetap akan mendengar aspirasi warga dan mengedepankan musyawarah agar polemik yang muncul tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
Sebelumnya, warga Telkomas secara tegas menolak pembangunan Koperasi Merah Putih di atas lahan fasilitas umum tersebut. Warga menilai lapangan basket masih menjadi sarana olahraga dan ruang aktivitas masyarakat yang harus dipertahankan.
Tokoh masyarakat Telkomas, Pak Bakti, menegaskan hampir seluruh warga menolak pembangunan koperasi di atas lapangan basket tersebut.
“Sebanyak 99 persen warga Telkomas menolak pembangunan Koperasi Merah Putih di atas fasilitas olahraga, yaitu lapangan basket di Telkomas,” ujar Pak Bakti kepada ujungjari.com, Jumat (15/5).
Ia menilai pengurus RT dan RW seharusnya berpihak kepada kepentingan warga karena dipilih langsung oleh masyarakat.
“RT dan RW itu dipilih oleh warga, jadi mereka harus pro terhadap warga,” tegasnya.
Pak Bakti juga memperingatkan warga akan mempertahankan fasilitas olahraga itu apabila pembangunan tetap dipaksakan.
“Intinya kami menolak. Kalau ini dipaksakan, kami dan seluruh warga Telkomas akan melawan,” katanya.
Menurutnya, sangat disayangkan jika lapangan basket yang selama ini dimanfaatkan warga untuk berolahraga justru dialihkan menjadi lokasi pembangunan koperasi.
Warga berharap pemerintah mencari lokasi alternatif yang tidak mengorbankan fasilitas umum agar program koperasi tetap berjalan tanpa menghilangkan ruang publik masyarakat. (*/drw)

