MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,7 mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat, Kamis (9/7/2026) pukul 08.09 WIB atau 09.09 WITA.

Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempa berada di koordinat 3,76 Lintang Selatan dan 119,02 Bujur Timur, atau sekitar 50 kilometer selatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dengan kedalaman 13 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Selat Makassar Segmen Somba.

“Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini termasuk jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Selat Makassar Segmen Somba,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Berdasarkan peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI di Majene, Polewali Mandar, Parepare, dan Pinrang.

Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, jendela dan pintu berderik, bahkan sebagian gerabah dapat pecah.

Sementara itu, wilayah Sidrap, Mamuju, Pangkep, Makassar, dan Gowa merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI, yakni getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang.

Hingga pukul 08.35 WIB, BMKG menyatakan belum terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock). Selain itu, belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan akibat peristiwa tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Informasi resmi terkait perkembangan gempa hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial yang telah terverifikasi, maupun aplikasi InfoBMKG.  (drw)