GOWA, UJUNGJARI.COM — Bencana bisa terjadi kapan saja. Namun bencana bisa dihindarkan jika manusia dari awal telah melakukan upaya cegah seperti bencana banjir maupun kebakaran khususnya kebakaran lahan dan hutan serta bencana lainnya.

Diketahui, potensi bencana banjir akan tinggi setiap kali musim hujan tiba. Begitu juga angin kencang, longsor dan lainnya. Sementara potensi bencana kebakaran dominan terjadi di musim kemarau atau di saat kondisi kekeringan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Gowa mendorong penguatan peran tiap keluarga dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Ketua TP PKK Kabupaten Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah menekankan, kondisi lingkungan masyarakat memiliki potensi menghadapi berbagai bencana. Karena itu, pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat perlu terus diperkuat.

Hal itu ditegaskan Indah (nama sapaan akrab Andi Tenri Indah) saat membuka Bimtek Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTTB) Siaga Kebakaran Lingkungan tingkat Kabupaten Gowa yang digelar Pokja IV Kabupaten Gowa di Hotel Golden Tulip Makassar pada Jumat (25/9) lalu.

Indah mengatakan, kader PKK diberi ilmu dan informasi untuk kemudian disampaikan kembali ke masyarakat di kecamatan masing-masing.

“Pengetahuan tentang kebencanaan sangat penting dipahami agar setiap keluarga memiliki kesiapan dalam menghadapi kondisi darurat. Saya mengajak seluruh pihak kembali mengaktifkan gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebab persoalan kebersihan lingkungan adalah salah satu faktor penyebab bencana banjir. Sampah, tidak dapat diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Karena itu kita semua harus bantu pemerintah agar tidak ada penumpukan sampah, tidak ada perilakun membuang samlah semaunya apalagi ke dalam saluran air, got, selokan dan tempat-tempat yang memungkinkan saluran air tersumbat. Mulai sekarang kita harus perhatikan kebersihan lingkungan sebelum musim hujan turun, ” tandas Indah.

Dikatakannya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kita semua harus memiliki rasa peduli terhadap kebersihan lingkungan masing-masing,” kata Indah.

Indah menegaskan, seluruh masyarakat harus punya empaty bersama untuk dapat membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya serta bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.

“Pengalaman semrawut persoalan sampah yang terjadi kemarin-kemarin harus menjadi pembelajaran bersama bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Beruntung saat sampah menggunung kemarin, bukan di saat musim hujan, jika itu terjadi saat musim hujan maka sudah pasti banyak masalah muncul, yakni banjir, wabah penyakit dan lainnya. Karena itu penting masyarakat diedukasi melalui peran PKK, dari atas ke bawah, ” tandas Indah.

Secara menyeluruh masyarakat diedukasi. Bukan hanya warga dewasa tapi juga anak-anak. Harus diedukasi budaya bersih dan tertib sampah yakni membuang sampah pada tempatnya dan budaya bagaimana cara menyikapi jika terjadi bencana lainnya. Masyarakat diedukasi bagaimana memahami tindakan yang harus dilakukan saat terjadi bencana dan lokasi yang harus dituju ketika terjadi bencana seperti banjir maupun kebakaran.

“Jadi kita memastikan tiap-tiap keluarga, baik orang dewasa, remaja terutama anak-anak, memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana,” paparnya.

Ketua Pokja IV TP PKK Gowa Jasmin mengatakan, pada kegiatan ini seluruh pengurus PKK di Kabupaten Gowa ketika mendapatkan atau menghadapi situasi yang berhubungan dengan kebencanaan tidak panik, tidak bingung dan bisa berbuat sesuatu ketika terjadi bencana di wilayah masing-masing.

Sikap inilah yang harus disampaikan ke masyarakat. Kader PKK harus menyebar luaskan cara menghadapi bencana yang sewaktu-waktu terjadi, sehingga ada persiapan dari segi pengetahuan tentang kebencanaan. –