JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gowa kembali menebarkan pesona hasil kerajinan para penrajin Gowa di ajang Kriyanusa 2026 yang digelar Dekranas di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta.

Pameran Kriya yang diikuti 410 both dari 257 peserta dari Dekranasda seluruh Indonesia baik provinsi maupun kabupaten/kota serta kementerian, lembaga, yayasan hingga pelaku kuljner nusantara berlangsung lima hari hingga 30 September dan mulai dibuka pada Sabtu (26/9) lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu daerah yang ikut mengisi both di JCC itu adalah Dekranasda Gowa. Dipimpin Ketua Dekranasda Gowa Andi Tenri Indah Darmawangsyah, tenant Gowa yang menggunakan miniatur Istana Balla Lompoa itu kembali mempromosikan pernak pernik adat Kabupaten Gowa seperti Baju Bodo, Patonro’, songkok Nibiring (songkok guru berhias benang emas atau songkok Recca Mangkasara’), jas tutu’ (pakaian khas pria Makassar yang bagian lehernya model krah Shanghai. Lipa’ Sabbe Cura’labba dan Cura’caddi (sarung sutera corak kecil dan corak besar).

Pengurus Dekranas Pusat Tri Suswati Tito bersama Ketua Dekranasda Gowa Andi Tenri Indah. (foto/ist)

Kemudian berbagai tas rajutan benang berbagai jenis dan dari anyaman bambu serta pernak pernik kerajina tangan lainnya.

Hadir ditengah promo hasil kerajinan ini, Ketua Dekranasda Gowa Andi Tenri Indah yakin kerajinan Gowa selalu memiliki tempat dari para pencinta busana-busana khas daerah.

Indah pun berharap Kriyanusa ini menjadi ajang promosi besar bagi Dekranasa Gowa hari ini dan di masa depan.

Kriyanusa 2026 merupakan Pameran Kerajinan Nusantara yang mengusung tema Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia. Indah pun berharap, hasil kerajinan tangan para perajin di Gowa bisa ikut mendunia.

“Kita selalu yakin hasil kerajinan Gowa menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan membuka peluang promosi bagi produk kerajinan daerah di tingkat nasional, ” jelas istri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin.

Indah pun yakin Dekranasda Gowa mampu menunjukkan buah kerajinan yang tak lekang dimakan waktu. Dengan motif yang spesifik yang ditelorkan para perajin Gowa seperti kain sarung sutera tenun akan terus menarik minat pecinta sutera di nusantara.

Selain pameran produk kerajinan, Kriyanusa 2026 juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, di antaranya parade wastra, lokakarya, fashion show, hingga kegiatan membatik secara digital.

Dikatakan Indah, Kriyanusa ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk melihat perkembangan industri kriya sekaligus memperluas ruang promosi produk lokal.

“Pada kriyanusa ini, kita lebih potensi memperkenalkan karya kerajinan daerah, memperluas jejaring dan mendorong agar produk perajin semakin dikenal serta memiliki daya saing,” kata Indah.

Menurutnya, pengembangan kerajinan daerah tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas produk, kreativitas dan akses pasar.

“Kita berharap dari ajang ini, Dekranasda Gowa dapat membangun kolaborasi dan mengambil peluang pengembangan produk kerajinan berbasis potensi lokal agar semakin dikenal di pasar nasional maupun mancanegara,” sebut Indah. –