GOWA, UJUNGJARI.COM — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gowa terus mengajak masyarakat khususnya pemilih pemula untuk paham bagaimana azas demokrasi dalam sebuah pemilihan.

Menurut Bawaslu, agar masyarakat dapat menjalankan prosesi pemilihan dalam tahapan Pemilu, maka masyarakat harus paham betul tentang apa itu demokrasi dan demokratis dalam pemilihan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agar mampu memberikan paham yang sesuai dengan regulasi kepemiluan, Bawaslu Gowa melakukan sosialisasi kepada pemilih pemula.

Seperti dilakukan di SMAN 10 Gowa pada Senin (28/9). Kepada para siswa, Bawaslu memberikan edukasi pendidikan tentang
pengawasan kepemiluan dan pengembangan pengawasan partisipatif di kalangan siswa.

Edukasi ini menjadi tepat karena siswa SMAN 10 Gowa ini akan menggelar pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah).

Ketua Bawaslu Kabupaten Gowa Saparudin berharap kegiatan ini menjadi pembelajaran bagi siswa untuk mengenal demokrasi dan pengawasan sejak dini di lingkungan sekolah.

“Pemilihan ketua dan waket OSIS menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta menjaga proses pemilihan agar berlangsung jujur, adil dan sesuai aturan,” kata Saparuddin.

Senada dikatakan Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Gowa Juanto Avol. Dalam persiapan pemilihan kerua dan wakil.ketua OSIS SMAN 10 itu, Juanto membahas hak pilih dan pencegahan politik uang, termasuk pentingnya memilih berdasarkan pertimbangan yang objektif tanpa dipengaruhi pemberian atau imbalan.

“Pemilihan di sekolah juga menjadi pembelajaran demokrasi. Karena itu, hak pilih harus digunakan secara bertanggung jawab dan prosesnya perlu dijaga agar tidak dipengaruhi politik uang. Disini akan lahir pemilih-pemilih cerdas,” tegas Juanto.

Juanto juga menjelaskan sejumlah hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pemilihan, mulai dari tujuan pemilihan, struktur pengawasan, tujuan pendampingan langsung, hingga prinsip pemungutan dan penghitungan suara serta pengenalan lembaga Bawaslu.

Pemahaman ini diharapkan dapat membantu siswa melihat bahwa proses pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS juga membutuhkan pengawasan agar berjalan tertib dan sesuai aturan.

Sementara itu, anggota Bawaslu lainnya yakni Suhardi Kamaruddin mengangkat soal demokrasi. Ia menjelaskan bahwa demokrasi tidak dapat berjalan tanpa aturan yang menjadi dasar dalam setiap proses pemilihan.

“Demokrasi harus berjalan sesuai aturan. Dengan proses yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan, kita bisa belajar bagaimana memilih pemimpin yang amanah,” kata Suhardi.

Menurut Suhardi, dalam konteks pemilihan pengurus OSIS, nilai tersebut dapat diterapkan melalui kesempatan yang setara bagi calon, kebebasan siswa menentukan pilihan serta pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara secara jujur dan terbuka.

Wakil Kepala SMAN 10 Gowa Hasniah pun.mengapresiasi sosialisasi dari Bawaslu ini. Hasniah berharap siswa mendapatkan pengetahuan tentang kepemiluan dan memahami pentingnya berpartisipasi dalam proses demokrasi. Pengetahuan ini juga menjadi persiapan bagi para siswa kelak akan ikut memberikan suara pada pesta demokrasi negeri ini yakni Pemilu, Pilcaleg maaupun Pilkada ketika para siswa sudah berusia 17 tahun ke atas atau telah memiliki hak pilih. –