JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Peran pendidik dalam mentransformasi kualitas sumber daya manusia nasional kembali ditegaskan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, menyatakan bahwa proses transformasi pendidikan sejatinya tidak dimulai dari kebijakan yang rumit, melainkan dari ruang-ruang kelas melalui kehadiran sosok guru yang hebat dan inspiratif.

Hal tersebut ditegaskan Abdul Mu’ti saat menyampaikan pidato puncaknya dalam acara Inspiring Educators 2026: Graduation Wardah Inspiring Teacher (WIT) & Inspiring Lecturer Program (ILP) yang diselenggarakan oleh ParagonCorp di Jakarta Concert Hall, Sabtu (26/9/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan ribuan pendidik dari berbagai daerah di Indonesia, Abdul Mu’ti memilih tidak menyampaikan ceramah formal, melainkan berbagi refleksi dan perjalanan hidupnya dari seorang anak desa di Kudus, Jawa Tengah, lulusan Madrasah Aliyah, hingga akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tiga Pilar Guru Hebat di Ruang Kelas

Dalam paparannya, Mendikdasmen menguraikan tiga pilar utama yang menjadi fondasi bagi setiap pendidik dalam menjalankan tugas mengajar:

Mencintai Murid dan Ilmu Knowledge

Niat awal menjadi seorang guru harus dilandasi rasa cinta yang tulus terhadap anak didik dan ilmu pengetahuan. Mengajar bukan sekadar profesi komersial, melainkan sebuah misi profetik (prophetic mission) untuk mengubah ketidaktahuan menjadi pemahaman yang mencerahkan.

“Setiap murid adalah utusan Tuhan yang membukakan pintu-pintu surga bagi gurunya. Oleh karena itu, jadilah guru yang sabar dengan segala keterbatasan serta kesulitan yang ada, dan teruslah membuka jalan bagi mereka yang ingin menjadi lebih baik,” ujar Abdul Mu’ti.

Mendidik adalah Menginspirasi

Menjadi seorang pendidik bukan berarti mendominasi atau menggurui di dalam kelas. Guru yang menginspirasi adalah mereka yang mampu memberikan keteladanan nyata dan menjadi pendengar yang baik bagi para muridnya.

Ia mencontohkan bagaimana perjalanan hidupnya—kuliah di IAIN hingga mencapai posisinya saat ini—merupakan buah dari dorongan guru serta doa orang tua. “Investasi di bidang pendidikan itu hasilnya tidak instan. Butuh waktu puluhan tahun untuk benar-benar terlihat hasilnya. Seperti Tembok Besar Cina, semua dibangun batu demi batu secara konsisten. Mulailah dari kebiasaan kecil dan jangan pernah takut gagal,” tegasnya.

Mendidik yang Memuliakan

Proses belajar mengajar harus diarahkan pada pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang memuliakan murid, guru, dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Murid harus diperlakukan sebagai mitra belajar (learning partner), sementara guru tetap memosisikan diri sebagai pembelajar sepanjang hayat. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang sadar (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful).

Kepercayaan Pendidik Tak Tergantikan oleh AI

Pesan mengenai pentingnya ikatan emosional dan kepercayaan pendidik turut diaminkan oleh Komisaris ParagonCorp, Salman Subakat. Berbicara pada forum yang sama, Salman membagikan kisah personalnya saat mengenyam pendidikan SMA hampir 30 tahun lalu.

Ia mengenang dorongan moral dari guru Fisika-nya, Yani Bayani, yang berani memberikan nilai 10 di rapornya—sebuah angka yang sangat jarang diberikan oleh pendidik pada masa itu. Kepercayaan tersebut menjadi titik balik yang membakar rasa percaya diri Salman untuk terus berprestasi, mewakili sekolah dalam ajang kompetisi, hingga akhirnya berhasil menembus perguruan tinggi impiannya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Yang berkesan bagi saya hingga hari ini bukan sekadar angka 10 tersebut, melainkan pesan tersirat di baliknya: ‘Saya percaya kamu bisa.’ Kepercayaan yang ditanamkan seorang guru 30 tahun lalu itu masih saya bawa dan rasakan dampaknya sampai sekarang,” kenang Salman.

Menyikapi pesatnya perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) di dunia pendidikan, Salman menegaskan bahwa peran manusia sebagai pendidik tidak akan pernah bisa digantikan oleh mesin.

“AI memang bisa membantu murid mendapatkan pengetahuan dan data dengan cepat. Namun, pendidiklah yang membantu murid membangun cara berpikir, karakter, keberanian, integritas, dan daya juang. Semakin AI berkembang pesat, peran pendidik bukan makin terkikis, melainkan menjadi semakin krusial dan tak tergantikan,” pungkas Salman.

Komitmen ParagonCorp untuk Pendidik Indonesia

Program Inspiring Educators 2026 tahun ini menandai puncaknya dengan meluluskan 5.000 guru melalui Wardah Inspiring Teacher (WIT) dan 1.000 dosen melalui Inspiring Lecturer Program (ILP).

Sejak pertama kali diinisiasi oleh ParagonCorp pada tahun 2017, program apresiasi dan pelatihan peningkatan kapasitas pendidik ini telah menjangkau lebih dari 43.000 pendidik yang tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Program ini berkomitmen untuk terus bergerak bersama para pendidik guna menciptakan ekosistem pendidikan Indonesia yang adaptif, berkarakter, dan berdaya saing global.