MAKASSAR,UJUNGJARI.COM— Peta kontestasi kepemimpinan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan akhirnya menemui titik terang.

Hingga batas akhir pengembalian formulir pendaftaran pada Selasa (29/9/2026) pukul 24.00 Wita, panitia Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD REI Sulsel secara resmi mencatat hanya ada satu nama yang menyerahkan berkas pencalonan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pengembang senior, H. Badris Salam (HBS), dipastikan melenggang tanpa pesaing setelah menjadi satu-satunya pendaftar yang mengembalikan formulir secara lengkap, memenuhi seluruh persyaratan administratif, hingga merampungkan kewajiban biaya kontribusi.

​Ketua Steering Committee (SC) Musda XV REI Sulsel, Dr. Aldin Bulen, mengonfirmasi bahwa tahapan pendaftaran bakal calon ketua telah resmi berakhir tepat di batas waktu yang ditentukan.

​”Hingga detik-detik terakhir penutupan, hanya Badris Salam yang mengembalikan formulir pendaftaran secara resmi beserta berkas kelengkapan dan biaya kontribusi. Pihak SC selanjutnya akan memproses dan memverifikasi berkas tersebut untuk kemudian disahkan sebagai calon tunggal dalam ajang Musda XV mendatang,” ungkap Dr Aldin Bulen.

​Musda Tetap Sesuai Jadwal

​Meski dipastikan hanya menghadirkan calon tunggal, jalannya konsolidasi organisasi pengembang properti terbesar di Sulawesi Selatan ini dipastikan tidak akan berkurang semaraknya.

Pihak panitia pelaksana menegaskan bahwa seluruh agenda dan tahapan Musda tetap berjalan sesuai skenario awal.

​Di tempat terpisah, Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee) Musda XV REI Sulsel, Asrul Condang, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini fokus merapikan seluruh persiapan teknis demi menyukseskan gelaran akbar lima tahunan tersebut.

​”Insya Allah, tidak ada perubahan pada jadwal utama Musda REI Sulsel. Meskipun persaingan kepemimpinan menguncup ke satu nama, agenda puncak tetap digelar pada 7 Oktober 2026 mendatang di Hotel Claro Makassar,” katanya.

Ia mengatakan seluruh persiapan teknis hampir rampung 100 persen. Panitia juga telah mengonfirmasi kehadiran jajaran pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI untuk ikut menyemarakkan acara ini.

​Guna menghangatkan suasana menjelang puncak Musda, panitia juga menyajikan jajaran rangkaian agenda pra-Musda yang mengombinasikan kegiatan olahraga, keakraban, hingga kepedulian sosial.

​Beberapa agenda yang disiapkan antara lain turnamen padel yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober 2026, disusul turnamen golf bersama yang melibatkan para pengembang ternama, mitra perbankan, dan pemangku kepentingan industri properti di Sulawesi Selatan.

​Tak hanya ajang silaturahmi olahraga, REI Sulsel juga menegaskan komitmennya terhadap lingkungan hidup melalui aksi sosial penanaman pohon serentak pada 6 Oktober 2026.

Aksi hijau ini rencananya diikuti oleh ratusan pengurus DPD REI Sulsel sebagai wujud kepedulian nyata dunia usaha properti terhadap keberlanjutan lingkungan.

​Verifikasi Hak Suara Anggota

​Di sisi lain, proses penataan administrasi hak pilih (voter) juga terus digodok secara cermat oleh panitia penarah.

Anggota Steering Committee (SC) Musda XV REI Sulsel, Simon Rahman, menekankan pentingnya disiplin registrasi bagi seluruh anggota yang bermaksud menggunakan hak suaranya.

​Simon menegaskan bahwa keikutsertaan anggota dalam Musda tidak terjadi secara otomatis, melainkan mensyaratkan mekanisme daftar ulang secara ketat.

​”Seluruh anggota yang memegang hak pilih wajib melakukan registrasi ulang. Apabila hingga tenggat waktu yang ditentukan ada anggota yang tidak mendaftarkan diri kembali, maka yang bersangkutan dipastikan tidak dapat menggunakan hak suaranya dalam forum Musda,” tegas Simon.

​Berdasarkan data awal panitia, jumlah total pengembang yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai sekitar 380 anggota. Namun, hingga berita ini diturunkan, baru sebagian dari mereka yang telah merampungkan tahapan registrasi ulang.

​”Dari total sekitar 380 anggota terdaftar, saat ini sebanyak 258 orang telah resmi mendaftar ulang dan dinyatakan lolos proses verifikasi ketat oleh tim SC. Seluruh tahapan verifikasi ini kami jalankan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan rambu-rambu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) REI,” tutup Simon.