GOWA, UJUNGJARI.COM — Baru saja terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah perbukitan Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong kini terjadi lagi kebakaran pada Kamis (1/10) kali ini di wilayah permukiman pada di kota Malino, tepatnya di Jl S Dg Jarung, Kelurahan Malino.

Peristiwa kebakaran hebat ini terjadi sekira pukul 09.50 Wita dan meludeskan empat unit rumah milik warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban kebakaran masing-masing Hj Mariama, H Yunus, H Mu’mang dan H Saleh Dg Nai’. Ke empat rumah warga korban ini ludes dilalap api. Kejadiaannya begitu cepat karena rumah yang terbakar saling berdempet.

Api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian atas upaya dan gotong royong masyarakat setempat dibantu armada pemadam milik Secata Rindam XIV Hasanuddin Malino dan dibackup kendaraan tiga roda milik Pemerintah Kelurahan Malino dan Pemerintah Kelurahan Bulutanna. Armada Damkar dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gowa baru tiba setelah api berhasil dipadamkan. Armada Damkar kabupaten telat tiba lantaran star dari kota Sungguminasa sehingga butuh waktu hingga tiba di lokasi kebakaran.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Namun rumah dan harta benda para korban ludes tak tersisa. Untung api dapat dikuasai sehingga tidak sampai merambat ke rumah lainnya.

Berdasarkan hasil pencatatan sementara petugas setempat, kerugian para korban mencapai kisaran Rp1 miliar lebih.

Hingga berita ini ditayangkan belum diketahui sumber api apakah dari arus pendek listrik, kompor atau karena pembakaran sampah. Informasi di tengah masyarakat masih simpang siur.

Camat Tinggimoncong Hikmatullah yang dikonfirmasi, sekitar pukul 10.09 Wita membenarkan kejadian kebakaran tersebut.

“Iya ada rumah warga kami di wilayah kota terbakar dan warga kami bergotong royong memadamkannya. Pemadaman dibantu armada damkar dari Secata Malino. Alhamdulillah api padam. Untuk sementara sumber api sebagai penyebab masih diselidiki. Dan alhamdulillah tidak ada korban jiwa, ” kata Hikmatullah.

Camat Tinggimoncong pun berharap para korban untuk sementara diungsikan ke rumah keluarga terdekat.

Camat Hikmatullah pun kembali mengimbau masyarakat agar selalu waspada kebakaran. Dia mengingatkan agar masyarakat perhatikan kondisi rumah saat bepergian, khususnya kabel listrik yang terpasang agar terhindar dari korslet, padamkan nyala kompor, tidak membakar sampah sembarangan juga tidak membuang puntung rokok yang masih ada baranya.

Hasil penyelidikan sementara di lokasi kebakaran oleh pihak Kepolisian Polsek Tinggimoncong disebutkan sumber api karena korslet listrik. Api pertama kali terlihat dari rumah H Yunus.

Terkait kejadian kebakaran ini, Muh Arifin anggota PMI Tinggimoncong sekaligus pemerhati lingkungan di Malino menyampaikan terimakasih atas nama masyarakat Malino atas backup armada Damkar dari Secata Rindam XIV Hasanuddin Malino.

“Terimakasih kepada Komandan Secata Rindam XIV Hasanuddin Malino berkat gerak cepat api dapat dipadamkan. Terimakasih juga kepada Pemerintah Kelurahan Malino dan Kelurahan Bulutana yang juga bergerak membantu pemadaman dengan mengerahkan kendaraan tiga roda membawa air untuk pemadaman, ” kata Arifin.

Arifin juga menyampaikan atensi kepada armada Damkar dari Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gowa. Hanya saja sayangnya armada Damkar kabupaten terlibat tiba di lokasi kebakaran sebab star dari Kota Sungguminasa yang berjarak lebih dari 60 kilometer ke Malino.

Masyarakat Malino menyayangkan karena tidak adanya lagi mobil Damkar Gowa yang distandby-kan di Malino.

“Dulu pada pemerintahan lalu, ada posko Dinas Damkar di Malino, sehingga mampu mengkafer segera jika ada kejadian. Tapi sekarang tidak ada lagi. Kami sarankan Pemkab Gowa kembali mensiagakan satu unit armada Damkar di Malino agar bisa mengkafer tiga kecamatan bila ada kejadian darurat seperti ini, ” kata Arifin. –