JAKARTA,UJUNGJARI.COM – Teriakan nama John Herdman menggema dari tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) setelah Indonesia menghajar Bangladesh 9-2. Namun, di tengah dukungan suporter dan keberhasilan menembus final FIFA ASEAN Cup 2026, pelatih Timnas Indonesia itu langsung mengingatkan target yang lebih besar: Piala Dunia 2030.
Bagi Herdman, pencapaian di turnamen ini merupakan bagian dari perjalanan panjang membangun skuad Garuda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dan soal suporter yang meneriakkan nama saya, satu-satunya misi adalah (Piala Dunia) 2030. Ini baru satu langkah,” kata Herdman seusai pertandingan di SUGBK, Kamis (1/10/2026).
Kemenangan atas Bangladesh mengantarkan Indonesia ke puncak klasemen Grup A dengan koleksi tujuh poin. Garuda selanjutnya menghadapi Thailand dalam final di stadion yang sama, Senin (5/10/2026).
Di balik hasil besar tersebut, Herdman menilai timnya masih membutuhkan waktu untuk berkembang. Ia mengungkapkan bahwa para pemain baru menjalani enam sesi latihan bersama.
Menurutnya, kekompakan tidak terbentuk dalam sekejap. Pertandingan dalam turnamen justru menjadi kesempatan penting untuk membangun hubungan antarpemain sekaligus menguji respons tim terhadap berbagai tekanan.
“Saya pernah membawa tim meraih dua medali Olimpiade. Saya tahu bagaimana sebuah tim berkembang melalui turnamen. Itu membutuhkan waktu. Chemistry akan terbentuk,” ujarnya.
Herdman melihat perkembangan itu melalui dua pertandingan terakhir Indonesia. Dalam laga sebelumnya, ia menyaksikan perjuangan pemain untuk menjaga gawang tetap bersih. Saat menghadapi Bangladesh, karakter tersebut muncul melalui upaya terus mencari gol.
“Pada pertandingan kedua, kami melihat perjuangan untuk mempertahankan clean sheet. Dalam pertandingan ini, kami melihat perjuangan untuk mencetak gol,” katanya.
Dua situasi tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan skuad Garuda menghadapi tuntutan pertandingan yang berbeda. Tim dituntut mampu bertahan dalam tekanan sekaligus tampil produktif ketika membutuhkan kemenangan.
Dukungan suporter menjadi bagian dari perjalanan itu. Teriakan “John Herdman” seusai laga menunjukkan apresiasi terhadap pelatih yang membawa Indonesia melewati fase grup.
Kini, perhatian beralih kepada Thailand. Final menjadi kesempatan bagi Garuda untuk mengejar gelar sekaligus melanjutkan proses pembentukan tim yang, menurut Herdman, diarahkan menuju misi Piala Dunia 2030. (ary)

