MAKASSAR,UJUNGJARI.COM — Pelayanan umat menjadi salah satu perhatian utama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar. Melalui Rapat Koordinasi (Rakor) PDM Makassar, jajaran pimpinan mendorong penguatan gerakan kepedulian sosial melalui pembentukan santunan ketahanan pangan bagi warga yang membutuhkan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua PDM Makassar, Chairuddin Hakim, usai mengikuti Rakor PDM Makassar yang berlangsung di Aula Permandian Je’ne Tallasa Sileo, Kabupaten Gowa, Sabtu–Minggu, 3–4 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Chairuddin yang juga menjadi Steering Committee (SC) Rakor PDM Makassar mengatakan, pembentukan santunan ketahanan pangan merupakan salah satu hasil penting dari rapat koordinasi tersebut. Program itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan umat sekaligus membuka ruang partisipasi bagi seluruh unsur Muhammadiyah dalam gerakan berbagi.
“Santunan ini dalam rangka memberikan ruang kepada seluruh pimpinan untuk giat beramal. Jadi setiap majelis, lembaga, maupun warga kita harapkan menyisihkan harta dalam bentuk apa pun, baik uang, benda, ataupun lainnya,” ujar Chairuddin.
Ia menjelaskan, bantuan yang terkumpul nantinya akan dikoordinasikan melalui satu pintu di Kantor Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Makassar. Dengan pola tersebut, distribusi bantuan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan cepat sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Chairuddin, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah merespons berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di Kota Makassar. Terutama ketika masyarakat menghadapi bencana atau kondisi yang membutuhkan bantuan segera.
“Warga yang terdampak bencana ataupun yang membutuhkan, kita langsung respons cepat. Jadi langsung terjun, tidak lagi melist di grup dan seterusnya. Ini biasanya ribet,” katanya.
“Bukan hanya bantuan sosial, juga bantuan kesehatan, bantuan pendidikan dan layanan lainnya kita siapkan,” imbuhnya.
Ia menilai, gerakan berbagi dan membantu masyarakat merupakan bagian dari kerja dakwah Muhammadiyah. Karena itu, pelayanan umat tidak hanya diwujudkan melalui program kelembagaan, tetapi juga melalui aksi nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
“Ini pekerjaan yang mulia. Apalagi berbagi sesama merupakan kerja dakwah Muhammadiyah,” tutur Chairuddin.
“Gerakan kemanusiaan seperti ini sesungguhnya telah dilakukan, namun lewat wadah ini ingin lebih tersistematis dan terstruktur saja,” katanya.
Chairuddin berharap program santunan ketahanan pangan tersebut dapat dimaksimalkan dan dikoordinasikan dengan baik oleh seluruh unsur Muhammadiyah di Kota Makassar. Dengan kolaborasi antara pimpinan, majelis, lembaga, dan warga Muhammadiyah, bantuan yang dihimpun diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Semoga ini bisa dimaksimalkan dan dikoordinasikan, dan bisa lebih berdampak luas kepada masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.
Muhammadiyah Ladang Beramal
Dalam arahannya saat penutupan, Darwis Muhdina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan yang telah hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, Rakor PDM Makassar tidak hanya menjadi ruang untuk membahas agenda persyarikatan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi serta mempererat silaturahmi antar-pimpinan Muhammadiyah.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pimpinan yang telah hadir membersamai kegiatan rapat koordinasi ini. Sesungguhnya kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat silaturahmi,” ujar Darwis.
Ia mengatakan, suasana kegiatan yang dikemas secara santai dan menyegarkan tidak mengurangi substansi pembahasan mengenai agenda organisasi ke depan.
“Refreshing ini, kita bincang dengan santai, namun serius membahas agenda program ke depannya,” katanya.
Darwis menilai, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, setiap pimpinan perlu saling menguatkan agar kerja-kerja organisasi dapat berjalan secara bersama-sama.
“Berkumpulnya kita ini sebagai upaya penguatan bersama, saling menguatkan dalam bermuhammadiyah. Olehnya itu, kita bermuhammadiyah dengan riang gembira,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Darwis juga mengajak seluruh pimpinan untuk kembali meramaikan Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdim) sebagai salah satu ruang bersama untuk menjalankan aktivitas dan program persyarikatan.
Ia mengingatkan agar seluruh aktivitas yang dilakukan dalam Muhammadiyah senantiasa dilandasi niat ibadah kepada Allah SWT.
“Apa pun aktivitas kita di Muhammadiyah, niatkan semuanya sebagai ibadah kepada Allah SWT. Olehnya itu, Muhammadiyah ini adalah ladang beramal dan fastabiqul khairat, tempat untuk melakukan kerja-kerja amal dan kerja-kerja ikhlas,” ujarnya.
Darwis juga mengajak seluruh jajaran pimpinan untuk menjaga kebersamaan, termasuk dengan saling memaafkan apabila terdapat perbedaan maupun kekhilafan selama menjalankan aktivitas organisasi.
“Mari kita saling memaafkan,” pesannya.
Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui Rakor PDM Makassar tersebut dapat terus dibawa dalam pelaksanaan program dan kerja-kerja Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Kegiatan Rakor PDM Makassar yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi pimpinan sekaligus memperkuat komunikasi dan kebersamaan dalam menjalankan agenda organisasi Muhammadiyah di Kota Makassar.

