MALILI,UJUNGJARI.COM — Pelaksanaan Pekan Expo Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi panggung bagi pameran produk-produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi ajang pembuktian kualitas pelayanan tuan rumah.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sukses mencuri perhatian dan menuai banjir pujian dari berbagai kontingen kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan atas penyambutan serta pendampingan yang dinilai sangat istimewa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak awal kedatangan kontingen yang dipusatkan di Gedung Ontaeluwu pada 5–6 Oktober 2026, suasana hangat dan profesionalisme panitia lokal sudah terasa. Berbeda dari ajang-ajang serupa yang sering kali hanya memfokuskan perhatian pada acara seremonial semata, Pemkab Luwu Timur menempatkan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran kebutuhan setiap delegasi sebagai prioritas utama selama berada di Bumi Batara Guru.
Apresiasi mendalam salah satunya datang dari Kasmawati, peserta kontingen asal Kabupaten Sinjai. Ia mengaku sangat terkesan dengan kesigapan dan perhatian yang ditunjukkan oleh tim pendamping lapangan. Menurutnya, standar pelayanan yang diberikan Pemkab Luwu Timur jauh melampaui ekspektasinya sebagai peserta expo.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Jujur, baru kali ini ada pelayanan yang begitu prima dan penuh perhatian selama saya mengikuti rangkaian kegiatan expo di berbagai daerah. Kami tidak hanya disambut saat datang, tapi benar-benar didampingi dan dibantu dalam segala hal,” ujar Kasmawati.
Ia menambahkan, pendampingan yang sigap dan ramah membuat para peserta yang datang dari luar daerah merasa tenang, aman, dan dapat fokus menjalankan aktivitas pameran tanpa terbeban masalah teknis maupun logistik.
Menerjunkan LO dari Setiap SKPD
Di balik suksesnya pelayanan prima tersebut, Pemkab Luwu Timur menerapkan strategi pendampingan terpadu dengan menerjunkan Liaison Officer (LO) yang berasal dari setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap LO ditugaskan untuk mengawal satu kontingen secara intensif selama 24 jam.
Tugas para LO tidak hanya sebatas komunikasi teknis terkait jadwal acara, melainkan mencakup pemenuhan seluruh kebutuhan operasional peserta:
Penanganan Logistik: Membantu pengangkutan, penataan, dan keamanan barang-barang pameran kontingen.
Koordinasi Akomodasi & Transportasi: Memastikan tempat menginap peserta layak serta memberikan panduan mobilitas di wilayah Luwu Timur.
Pendampingan Kesehatan & Darurat: Memastikan tim medis dan bantuan teknis siap siaga jika ada peserta yang membutuhkan pertolongan cepat.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perindustrian (Disdagkop-UKMP) Kabupaten Luwu Timur, Senfry Oktavianus, memantau langsung proses penyambutan para delegasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa keramahan (hospitality) adalah wajah utama daerah yang harus ditunjukkan kepada setiap tamu.
“Selamat datang di Kabupaten Luwu Timur. Kami ingin memastikan bahwa seluruh peserta merasa seperti di rumah sendiri. Semoga selama berada di Bumi Batara Guru, seluruh kontingen merasa nyaman, sehat, dan dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan maksimal,” pungkas Senfry saat menyapa langsung para peserta.
Bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, peran sebagai tuan rumah bukan sekadar tentang menyediakan tempat atau fasilitas fisik pameran. Lebih dari itu, ajang Expo Koperasi dan UMKM ini dipandang sebagai momentum untuk membangun ikatan kebersamaan antar daerah di Sulawesi Selatan, sekaligus memberikan kesan positif yang mendalam bagi ribuan tamu yang hadir.

