MATARAM, UJUNGJARI.COM  — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, dengan mengangkat pentingnya kepemimpinan berbasis neurosains dalam menghadapi tantangan nasional dan global.

Kegiatan akademik tersebut dihadiri civitas akademika, dosen, mahasiswa, serta jajaran pimpinan Universitas Mataram. Kuliah umum ini menjadi ruang dialog mengenai perkembangan ilmu pengetahuan, kepemimpinan masa depan, serta peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kuliah umum tersebut, Taruna Ikrar mengangkat konsep neuroleadership, yakni pendekatan kepemimpinan yang memanfaatkan pemahaman tentang cara kerja otak manusia dalam pengambilan keputusan, pengendalian emosi, pembentukan perilaku, serta pengelolaan organisasi.

Pendekatan ini dinilai semakin relevan di tengah perubahan dunia yang ditandai kemajuan kecerdasan buatan, transformasi teknologi kesehatan, dinamika geopolitik, dan meningkatnya kompleksitas persoalan masyarakat.

Kepemimpinan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan administratif dan kecerdasan intelektual. Seorang pemimpin juga perlu memiliki kematangan emosional, kemampuan berpikir kritis, empati, integritas, serta keberanian mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah.

Melalui perspektif neurosains, mahasiswa diajak memahami bahwa kemampuan kepemimpinan dapat terus dikembangkan melalui proses pembelajaran, pengalaman, pembentukan kebiasaan, dan kemampuan beradaptasi.

Konsep neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak membentuk dan memperkuat koneksi saraf sebagai respons terhadap pengalaman dan pembelajaran, menjadi salah satu landasan ilmiah dalam memahami pengembangan kapasitas manusia.

Dalam konteks pembangunan nasional, kepemimpinan berbasis neurosains juga memiliki relevansi terhadap peningkatan kualitas birokrasi, tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta penguatan ketahanan kesehatan nasional.

Sebagai Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar membawa perspektif bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga kualitas manusia yang mampu mengelola perubahan secara rasional, etis, dan bertanggung jawab.

Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan generasi pemimpin yang tidak sekadar unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan menjawab persoalan nyata masyarakat.

Kuliah umum di Universitas Mataram tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta kepemimpinan berbasis sains.

Dalam kegiatan ini, Kepala BPOM RI didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Mohamad Kashuri; Staf Khusus Kepala BPOM RI, dr. Wachyudi Muchsin; Plt. Deputi IV BPOM RI, Mayagustina Andarini; serta sejumlah pejabat eselon II dan III di lingkungan BPOM RI.

Kehadiran jajaran pimpinan BPOM tersebut mencerminkan pentingnya sinergi kelembagaan dengan perguruan tinggi dalam memperkuat ekosistem pengetahuan, pengembangan sumber daya manusia, dan inovasi nasional.

Melalui kuliah umum ini, Universitas Mataram diharapkan semakin berperan dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki wawasan global, karakter kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia.

Kepemimpinan berbasis neurosains menjadi salah satu pendekatan penting untuk membangun generasi pemimpin Indonesia yang cerdas, adaptif, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah.  (**)