UJUNGJARI.COM — Angin sepoi-sepoi berembus pelan di tepian Danau Matano, membentangkan riak air biru jernih yang memantulkan kilau langit Sorowako. Di sela riuk gelaran Pekan Expo K-UMKM Provinsi Sulawesi Selatan, danau purba nan asri di Kecamatan Nuha, Luwu Timur, itu seolah menjadi tempat rehat sempurna bagi para delegasi dari berbagai pelosok daerah.
Bagi sebagian besar peserta, ajang pameran Koperasi dan UMKM ini bukan sekadar panggung memajang produk lokal atau merajut jejaring bisnis antar 23 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Lebih dari itu, perjalanan ke Luwu Timur bertransformasi menjadi petualangan rasa dan memori yang sulit dilupakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Danau Matano sangat indah. Airnya jernih dan suasananya begitu nyaman. Kami sungguh senang bisa berkunjung ke sini—ini pengalaman yang sangat berkesan,” ujar Muhammad Wanis, salah satu anggota kontingen asal Kabupaten Bantaeng, sembari menatap bentang alam ikonik Luwu Timur tersebut.
Keheningan dan ketenangan Matano menyatu harmonis dengan kehangatan sang tuan rumah. Sejak melangkahkan kaki di bumi Luwu Timur, para tamu disuguhi pendampingan sigap dan senyum ramah panitia serta warga setempat.
Kesan mendalam itu diakui pula oleh Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Tana Toraja, Ruth Belopandung. Menurutnya, kesiapan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjamu rombongan layak diacungi jempol dan dijadikan barometer bagi gelaran Expo di masa mendatang.
“Kami sangat bangga dan senang bisa menikmati seluruh rangkaian perjalanan dan kegiatan di Luwu Timur. Pelayanan dari pemerintah daerah bersama panitia sangat memuaskan. Kami berharap pelaksanaan seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain yang akan menjadi tuan rumah berikutnya,” tutur Ruth penuh apresiasi.
Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Toraja Utara, Amos Harma Pattola. Bagi Amos dan kontingennya, kunjungan kerja kali ini terasa hangat layaknya bertamu ke rumah kerabat dekat.
“Bagi kami, Luwu Timur bukan hanya tempat untuk mengikuti Expo K-UMKM. Lebih dari itu, kami mendapat pelajaran berharga tentang bagaimana masyarakat dan pemerintah daerah menyambut tamu. Pelayanannya sangat baik, orang-orangnya begitu ramah,” ungkap Amos.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tampaknya paham betul cara memanfaatkan momentum. Menjadi tuan rumah ajang kelas provinsi tak sekadar diartikan sebagai penyelenggara acara yang sukses secara teknis, tetapi juga ruang pamer bagi jiwa dan pesona daerah—mulai dari produk olahan lokal, warisan budaya, hingga bentang alamnya yang memikat.
Ketika gelaran Pekan Expo K-UMKM berakhir dan para peserta mengemas stan pamerannya, ada sesuatu yang tak tertinggal di Sorowako. Selain kesepakatan usaha dan potensi kerja sama K-UMKM, para tamu membawa pulang buah tangan tak berwujud namun paling berharga: kenangan manis tentang jernihnya air Danau Matano dan hangatnya pilar keramahan Luwu Timur.

