MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Pasar Sentral Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat perdagangan rakyat yang lebih nyaman, bersih, tertata, dan asri.
Sebagai salah satu kawasan permukiman yang berkembang di Makassar, BTP membutuhkan pasar yang tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga ruang ekonomi kerakyatan yang mampu memberikan pengalaman berbelanja menyenangkan bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konsep pasar sentral yang ideal dapat diwujudkan melalui penataan kawasan secara terpadu, dengan mengedepankan kebersihan, kenyamanan pengunjung, keteraturan pedagang, serta penghijauan lingkungan.
Pasar tidak harus identik dengan kondisi becek, semrawut, bau, dan padat. Dengan perencanaan yang baik, pasar tradisional justru bisa tampil lebih modern tanpa kehilangan karakter kerakyatannya.
Penataan Kawasan Jadi Kunci
GM Pasar Senteral BTP, Mardiah, mengatakan, salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan adalah penataan lapak pedagang berdasarkan jenis komoditas. Pedagang sayur, ikan, daging, bumbu dapur, kebutuhan pokok, hingga produk UMKM dapat ditempatkan pada zona yang jelas dan mudah dijangkau.
Jalur pejalan kaki juga perlu dibuat lapang agar pengunjung leluasa berbelanja. Area bongkar muat barang sebaiknya dipisahkan dari jalur utama pengunjung untuk mengurangi kemacetan dan menciptakan suasana pasar yang lebih tertib.
Sistem drainase yang baik menjadi kebutuhan penting. Saluran air harus mampu mencegah genangan, sementara pengelolaan sampah perlu dilakukan secara rutin agar kebersihan pasar tetap terjaga.
“Fasilitas toilet bersih, tempat cuci tangan, penerangan memadai, papan petunjuk, serta area parkir yang tertata juga menjadi bagian penting dari pasar yang nyaman,” kata Mardiah.
Pasar Hijau dan Asri
Mardiah menjelaskan, konsep pasar asri dapat diperkuat dengan menghadirkan ruang terbuka hijau di sejumlah titik strategis. Pohon peneduh, tanaman hias, dan taman kecil dapat ditempatkan di area yang memungkinkan tanpa mengganggu aktivitas perdagangan.
Selain memperindah kawasan, penghijauan juga dapat mengurangi kesan panas dan gersang, sehingga pengunjung lebih betah berada di lingkungan pasar.
Desain bangunan yang memiliki sirkulasi udara baik, pencahayaan alami, serta atap yang memadai juga dapat menciptakan suasana berbelanja yang lebih sehat.
Dengan konsep tersebut, Pasar Sentral BTP berpeluang menjadi pasar rakyat yang ramah bagi semua kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja, pedagang kecil, hingga pelaku usaha lokal.
Menghidupkan Ekonomi Rakyat
Pasar yang tertata baik tidak hanya memberikan kenyamanan kepada pembeli, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing pedagang.
Lingkungan yang bersih dan menarik dapat mendorong masyarakat untuk berbelanja langsung di pasar tradisional. Pada saat yang sama, penataan yang baik dapat membuka peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka secara lebih luas.
Pengembangan pasar juga perlu melibatkan pedagang, pengelola, pemerintah setempat, dan masyarakat. Dengan keterlibatan bersama, aturan kebersihan, pengelolaan sampah, ketertiban lapak, dan pemeliharaan fasilitas dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pasar Tradisional dengan Wajah Baru
Pasar Sentral BTP yang nyaman dan asri bukan sekadar gagasan mempercantik bangunan. Lebih dari itu, konsep ini merupakan upaya membangun pusat ekonomi rakyat yang sehat, tertib, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pasar tradisional tetap mempertahankan denyut ekonomi kerakyatannya, tetapi hadir dengan wajah yang lebih segar dan modern.
“Jika direncanakan secara matang dan dikelola secara konsisten, Pasar Sentral BTP dapat menjadi contoh bahwa pasar tradisional dan lingkungan yang asri bisa berjalan beriringan,” jelas Mardiah.
Pasar bersih, pedagang tertata, lingkungan hijau, dan pengunjung nyaman. Inilah gambaran Pasar Sentral BTP Makassar yang layak menjadi tujuan belanja masyarakat sekaligus kebanggaan warga Makassar. (drw)

