UJUNGJARI.COM — Angin sejuk Danau Matano menyapa hangat rombongan kepala daerah dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan pada Sabtu (10/10/2026). Di sela-sela riuk Pekan Expo K-UMKM 2026, para pemimpin daerah ini sejenak menepi untuk menikmati keasrian alam Bumi Batara Guru.
Raut kagum tak bisa disembunyikan tatkala perahu yang membawa rombongan membelah jernihnya air Danau Matano. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama sang istri, dr. Ani Nurbani Irwan, mendampingi langsung para tamu sembari membagikan kisah tentang keunikan danau yang menyandang predikat sebagai danau terdalam di Asia Tenggara tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Luar biasa ini Luwu Timur, sangat indah,” celetuk Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, seraya mengabadikan lanskap danau melalui kamera ponselnya.
Perjalanan berlanjut menyusuri kawasan eksotis Gua Air hingga situs bersejarah Taipa. Namun, pengalaman di Sorowako hari itu tidak berhenti pada decak kagum semata. Rombongan beranjak menuju Taman Kehati Sawerigading Wallacea untuk mengukir cerita yang lebih bermakna: menanam pohon.
Disambut oleh manajemen PT Vale Indonesia Tbk, para kepala daerah memegang sekop dan menanam bibit pohon di kawasan konservasi tersebut. Aksi ini bukan sekadar seremoni pelestarian alam, melainkan sebuah tradisi penyambutan yang hangat di Sorowako. Setiap pohon dipasangi papan identitas nama pejabat yang menanamnya.
“Pohon ini didokumentasikan dan diberi nama. Harapannya, kapan pun kita kembali ke Sorowako, kita bisa melihat sejauh mana pohon yang kita tanam hari ini telah tumbuh dan menjulang,” tutur Bupati Irwan diiringi senyum para tamu.
Melalui satu bibit pohon yang ditancapkan ke tanah Sorowako, para kepala daerah tidak hanya meninggalkan kenangan manis di Luwu Timur, tetapi juga mewariskan naungan hijau bagi masa depan alam Sulawesi Selatan.

