JAKARTA,UJUNGJARI.COM — Berolahraga untuk menjaga kesehatan perlu disertai pemahaman mengenai kemampuan tubuh. Pesan tersebut disampaikan dokter spesialis kedokteran olahraga, Anita Suryani, dalam talk show kesehatan pada perayaan satu dekade Zuci Studio bertajuk “Move, Grow & Glow”, Sabtu (10/10/2026).

Mewakili Rumah Sakit Husada, Anita menjelaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam menjaga kebugaran dan membantu penanganan sejumlah penyakit kronis. Namun, latihan perlu disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan setiap individu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Olahraga itu seperti obat. Ada dosis dan aturannya. Kalau kurang, manfaatnya tidak optimal. Namun, jika berlebihan dan tidak sesuai kemampuan tubuh, olahraga juga dapat menimbulkan cedera maupun risiko kesehatan lainnya,” jelas Anita.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menyesuaikan jenis, intensitas, durasi, dan frekuensi latihan dengan kondisi fisik. Bagi masyarakat yang memiliki penyakit tertentu atau baru menjalani operasi, program latihan sebaiknya mengikuti penilaian dan arahan tenaga medis.

Dalam pemaparannya, Anita membahas sejumlah penyakit kronis, antara lain penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, kanker, osteoporosis, dan osteoartritis. Kondisi-kondisi tersebut memerlukan pengelolaan jangka panjang agar kualitas hidup tetap terjaga.

Ia menegaskan bahwa bagi pasien penyakit kronis, olahraga merupakan bagian dari program perawatan sesuai rekomendasi dokter dan bukan pengganti pengobatan.

Upaya menjaga kesehatan juga perlu dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari. Anita mengingatkan pentingnya mengatur pola makan, membatasi konsumsi gula, garam, serta makanan tinggi lemak, mencukupi waktu tidur, dan mengelola stres.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan berkala dan kepatuhan terhadap pengobatan harus berjalan beriringan dengan penerapan gaya hidup sehat. Ia pun mengimbau masyarakat agar kesibukan tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan.

Pada kesempatan yang sama, Anita memperkenalkan layanan kedokteran olahraga Rumah Sakit Husada melalui Usada Elite Sport Clinic. Layanan tersebut mendukung pemeriksaan dan pendampingan bagi masyarakat yang aktif berolahraga maupun pasien yang membutuhkan pemulihan fisik.

Anita menjelaskan, latihan fisik dan rehabilitasi dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum operasi maupun pemulihan setelahnya, sesuai kondisi pasien dan rekomendasi dokter yang menangani.

Pendampingan diperlukan agar proses pemulihan berlangsung bertahap dan terukur. Adapun durasinya dapat berbeda pada setiap pasien, bergantung pada jenis cedera, tindakan medis, serta perkembangan kondisi tubuh.

Anita, yang juga bertugas sebagai dokter tim nasional dayung, menekankan bahwa aktivitas fisik perlu direncanakan dengan baik, baik oleh atlet maupun masyarakat umum.

Talk show tersebut menjadi bagian dari perayaan 10 tahun Zuci Studio yang menggandeng Universitas Nasional dan Rumah Sakit Husada. Selain edukasi kesehatan, rangkaian kegiatan menghadirkan yoga, Pound Fit, dan Zumba Party.

Melalui kolaborasi ini, Anita berharap masyarakat semakin mudah mengakses kegiatan kebugaran dan informasi kesehatan yang tepat, sehingga kebiasaan hidup aktif dapat dibangun secara berkelanjutan. (ary)