JAKARTA, UJUNGJARI.COM – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, kembali mendapat sorotan atas capaian kinerjanya di sektor pertanian.

Dalam laporan Government Performance Assessment yang dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia pada September 2026, Amran memperoleh skor 91 berdasarkan penilaian kinerja kementerian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penilaian tersebut menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis.

Metode ini mengacu pada dokumen resmi pemerintah dan statistik sektoral, bukan survei opini publik.

Founder sekaligus Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan bahwa penilaian tersebut berfokus pada hasil kerja dan dampak kebijakan, bukan popularitas pejabat.

Menurutnya, seorang menteri dapat menunjukkan kinerja baik meskipun tidak terlalu populer, selama mampu menghasilkan keluaran dan dampak kebijakan yang terukur.

Capaian tersebut melanjutkan hasil survei kepuasan publik Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025. Dalam survei itu, Amran juga mencatat tingkat kepuasan 84,9 persen.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai hasil konkret pembangunan sektor pertanian selama kepemimpinan Amran.

“Posisi puncak yang konsisten di dua lembaga riset berbeda dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut tidak lepas dari serangkaian capaian konkret sektor pertanian di bawah kepemimpinan Amran,” ujarnya.

Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Salah satu capaian yang disoroti Kementerian Pertanian adalah produksi beras nasional pada 2025 yang mencapai 34,69 juta ton.

Angka tersebut meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024 dan disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pemerintah juga melaporkan capaian swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Di sisi lain, stok beras pemerintah dilaporkan menembus 5,3 juta ton. Jumlah itu melampaui rekor stok yang disebut pernah tercatat pada 1984 sebesar 2,6 juta ton.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri.

Ekspor Pertanian dan Kesejahteraan Petani

Kementerian Pertanian juga memaparkan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional. Nilai ekspor pertanian disebut mencapai sekitar Rp166 triliun, sementara impor pangan berhasil ditekan hingga Rp41 triliun.

Di sektor produksi, pemerintah menyederhanakan 145 aturan terkait pupuk bersubsidi untuk mempermudah akses petani. Harga pupuk bersubsidi juga diturunkan sebesar 20 persen.

Selain itu, pemerintah menetapkan harga pembelian gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram sebagai bagian dari upaya menjaga pendapatan petani.

Indikator kesejahteraan petani turut menunjukkan perkembangan. Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2026 dilaporkan mencapai 129,19, yang disebut sebagai capaian tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen. Angka tersebut diklaim sebagai pertumbuhan tertinggi dalam 25 tahun terakhir.

Amran Tegaskan Komitmen Sejahterakan Petani

Arief mengatakan capaian sektor pertanian merupakan hasil kerja bersama Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang terus turun langsung ke lapangan.

“Hasil penilaian ini adalah buah dari kerja keras Pak Menteri dan jajaran Kementan yang tidak kenal lelah turun langsung ke sawah dan bertemu petani,” kata Arief.

Ia menambahkan, Amran berulang kali menegaskan komitmennya untuk terus bekerja hingga kesejahteraan petani meningkat dan masyarakat miskin di pedesaan dapat keluar dari kemiskinan melalui sektor pertanian.

Kementerian Pertanian menyatakan akan terus memperkuat program swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong kemandirian pangan Indonesia sekaligus memperkuat peran pertanian dalam menopang perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. (Rls)