GOWA, UJUNGJARI.COM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang marak terjadi beberapa pekan ini, kini mulai mengancam keselamatan jiwa masyarakat.
Karhutla yang terjadi di hampir seluruh wilayah Sulsel tak terkecuali di Kabupaten Gowa mulai menyisakan dampak. Kualitas udara sudah mulai terkontaminasi. Kabut tipis yang membaur di udara bukan lah awan tapi kepulan asap yang kemungkinan besar membawa partikel-partikel berbahaya bagi tubuh manusia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam beberapa hari ini kondisi udara di wilayah kota Kabupaten Gowa yakni Sungguminasa dan sekitarnya terlihat buram. Kondisi inj tentu membawa dampak bagi kesehatan masyarakat dan bisa jadi menimbulkan gangguan pernafasan yakni Ispa atau infeksi saluran pernafasan akut.

Sadar dengan kondisi ini, Kapolresta Gowa Kombes Pol Muh Yusuf Usman menyerukan agar masyarakat mengenakan masker jika keluar rumah apalagi berkendara.
Udara tak sehat sangat mudah tersedot masuk ke tubuh melalui pernafasan. Kondisi ini jelas sangat berbahaya dan potensi menimbukan penyakit ispa, asma dan lainnya.
Sebagai bentuk seruan penting, pada Rabu (14/10) pagi seluruh jajaran Polresta Gowa termasuk para Polsek jajaran melakukan aksi sosialisasi kesehatan dengan membagikan masker kepada para pengendara motor di depan kantor Polsek masing-masing.
“Ini adalah bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya warga yang setiap hari beraktivitas di luar ruangan dan berisiko terpapar polusi udara maupun partikel asap yang dapat mengganggu kesehatan, ” kata Kapolresta Gowa Kombes Pol Muh Yusuf Usman sambil membagikan masker ke pengendara motor dan mobil angkutan umum.
Dikatakan Kapolresta, kelompok masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus adalah anak-anak, para lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan dan gangguan jantung.
“Kabut asap ini tidak hanya mengganggu pandangan mata tapi juga mengancam kesehatan sebab ada partikel halus yang terkandung dalam asap yang dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu iritasi mata, hidung serta tenggorokan. Akibatnya kita bisa batuk, sesak napas dan memperburuk kondisi penderita asma maupun penyakit paru dan jantung. Risiko dapat meningkat apabila paparan berlangsung dalam waktu lama atau konsentrasi polutan cukup tinggi, ” terang Kapolresta.
Masyarakat pun diimbau agar mengurangi aktivitas ke luar rumah jika tidak terlalu penting demi mengurangi risiko dan dampak terpapar asap di udara bebas.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan lebih memperhatikan kesehatan. Gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, jangan mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Ayo pakai masker,” ajak Kapolresta.
Salah satu Polsek luar kota yakni Polsek Bontomarannu turut gencar mengedukasi masyarakat dan pengguna jalan agar mengenakan masker.
Edukasi dan sosialisasi bahaya asap yang mengganggu kualitas udara saat ini dilakukan para personel Polsek Bontomarannu sambil membagikan masker ke pengendara yang tidak mengenakan masker.
“Alhamdulillah pagi ini kami jajaran Polsek Bontomarannu menindak lanjuti seruan bapak Kapolresta Gowa membagikan masker kepada pengendara motor, kepada para siswa yang beraktivitas di luar sekolah. Semoga masyarakat patuh akan warning keselamatan dan kesehatan akibat paparan asap ini dan semoga asap di udara segera hilang, ” kata Kapolsek Bontomarannu AKP Ardiansyah. –

