MALILI,UJUNGJARI.COM — Pagi itu, Kamis (15/10/2026), kediaman pribadi Bupati Luwu Timur di Malili kedatangan tamu istimewa. Bukan jajaran pejabat atau tamu dinas, melainkan Emti, seorang warga biasa asal Wawondula, Kecamatan Towuti. Langkah kakinya membawa beban berat, tetapi matanya menyimpan secercah harapan demi sang istri tercinta, Alfrida Ombo.
Sudah setahun belakangan, kehidupan keluarga kecil ini berubah total. Alfrida harus berjuang melawan keganasan kanker di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Perjuangan itu tak hanya menguras fisik dan emosi, tetapi juga ekonomi keluarga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk bertahan dan pulih, Alfrida harus menjalani tindakan radiasi sinar dalam secara rutin. Sebanyak empat kali dalam sebulan, tubuhnya harus terpapar terapi medis tersebut. Namun, cobaan terasa kian berat ketika prosedur vital ini ternyata tidak ditanggung oleh layanan BPJS Kesehatan.
Dengan biaya sebesar Rp7,5 juta untuk setiap kali tindakan, keluarga Emti dihadapkan pada dinding tebal ketidakberdayaan. Jika dihitung, puluhan juta rupiah harus mereka siapkan setiap bulannya—jumlah yang teramat sulit dijangkau oleh warga awam.
Mendengar kisah perjuangan dan beban berat yang dipikul warganya, hati Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, tergerak. Tanpa ragu, ia memutuskan untuk mengulurkan tangan secara langsung.
Bukan hanya biaya tindakan radiasi yang ditanggung, Bupati Irwan juga memastikan seluruh operasional harian hingga kebutuhan rumah singgah keluarga selama proses pengobatan di Makassar terpenuhi.
“Kalau memang ini yang dibutuhkan untuk pengobatan Ibu Alfrida, insya Allah kita bantu. Kita tidak ingin masyarakat kesulitan menjalani pengobatan karena terkendala biaya,” tutur Irwan hangat.
Suasana haru seketika menyeruak di ruangan itu. Air mata dan rasa lega terpancar dari raut wajah Emti. Kata-kata sang bupati bukan sekadar janji bantuan materi, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah di saat warganya paling membutuhkan pertolongan.
Kini, langkah Alfrida menuju kesembuhan terasa sedikit lebih ringan. Di balik dinginnya ruang perawatan medis, ada kepedulian yang hangat dari kampung halaman—memberikan penguat dan menjaga harapan agar tetap menyala.

