GOWA, UJUNGJARI.COM — Pasca Sulsel Expo UMKM 2026 dibuka pada Jum’at (16/10) pukul 20.00 Wita, pengunjung pameran produk UMKM ini menyerbu penjualan paket sembako murah.
Untuk satu paketan berisi beras 5 Kg, telur 2 rak, terigu 1 Kg dengan harga normal Rp100.000 hanya ditebus dengan harga Rp50.000. Dengan diskon 50 persen ini, membuat pengunjung membludak di stan Pemkab Gowa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan warga pengunjung yang didominasi ibu-ibu ini mengantre panjang di depan stan Pemkab Gowa. Mereka menebus paket sembako murah seharga Rp50.000 tersebut dengan sistem kupon yang diperoleh di stan Pemkab Gowa.
“Terima kasih pak, karena Pemkab Gowa membuka penjualan sembako murah ini. Beras se kilo itu dijual di pasaran antara Rp11.000-12.000, telur per rak itu Rp45.000-Rp50.000 jadi kalau kita dikasi 5 Kg beras dikali harga 12.000 misalnya itu kan Rp60.000 terus telur jika 1 rak dikali Rp50.000 misalnya itukan harganya melebihi dari Rp100.000. Wah alhamdulillah, masyarakat bisa membeli dengan harga murah di Expo UMKM ini, terima kasih pak. Apalagi saat ini keuangan kami lagi anjlok. Ini sangat membantu mengurangi beban kebutuhan hidup di tengah kemarau panjang ini, ” kata Sitti Kasmirawati Dg Masunggu, warga Sungguminasa.

Ibu rumah tangga ini pemerintah segera menurunkankan harga beras, agar hidup sedikit lebih enteng.
Pada stan Pemkab Gowa yang berdiri di arena Sulsel Expo UMKM yang digelar serangkaian HUT Sulsel ke-357 ini, ada sejumlah SKPD yang berpartisipasi aktif dalam expo yang diselenggarakan oleh Kementrian Haji dan Umrah Provinsi Sulsel bekerjasama Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa ini. Para SKPD itu adalah Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan serta Dinas Koperasi dan UKM.
Kadis Perdastri Gowa Muh Fajaruddin kepada ujungjari.com, pada Sabtu (17/10) siang mengatakan dalam kegiatan expo UMKM ini, Pemkab Gowa mengerahkan puluhan pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Gowa dan menjadi binaan sejumlah SKPD.
Khusus Disperdastri Gowa saja melibatkan 15 UMKM binaan, sementara SKPD lainnya membawa serta 3 UMKM binaan masing-masing.
“Dalam satu stan gabungan untuk Pemkab Gowa, kami menyiapkan aneka produk UMKM binaan kami. Produk yang kami jajakan antara lain berupa komoditas serta produksi pangan dan kuliner, kerajinan dan hasil olahan makanan serta minuman olahan yang menjadi produk-produk unggulan UKM dan IKM di Gowa, ” kata Fajaruddin.
Diakui Fajaruddin, produk UMKM yang paling banyak menarik minat pengunjung adalah madu asli berkualitas tinggi, sarabba instan botolan, kue kering baruasa Malino, markisa olahan seperti minuman dan kue kering bakpia Malino dan berbagai macam produk kuliner lainnya.
“Sebenarnya masih banyak UMKM binaan kami yang meminta ikut hanya saja stan yang disiapkan penantian terbatas dan luas stan pun terbatas. Namun alhamdulillah dengan adanya expo UMKM ini kami yakin geliat produktifitas para UMKM akan makin cerah. Setidaknya selain ada penjualan, juga ada kesempatan bagi para UMKM bertemu dengan para pengusaha yang berbasis bisnis marketing yang tentunya akan sangat membantu para UMKM untuk lebih berkembang dan menjadi pintu untuk menjangkau pasar luar, ” terang Fajaruddin optimis.
Sulsel Expo UMKM 2026 ini diikuti para Kemenhaj kabupaten/kota se-Sulsel melibatkan sekitar 200-an UMKM se-Sulsel. Seremoni pembukaan expo ini dihelat pada Jum’at malam tadi dihadiri jajaran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Expo ini sendiri dibuka oleh Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia Prof Jaenal Effendi, Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail, Plt Bupati Gowa Darmawangsyah Muin serta Kepala Kandep Kemenhaj Gowa Alim Bahri dan para Kakandep Kemenhaj kabupaten/kota se-Sulsel. –

