LUWU, UJUNGJARI.COM — Karang Taruna Kabupaten Luwu dipimpin Sul Arrahman kembali menggelar gerakan peduli selamatkan lingkungan yang di pusatkan di kawasan pesisir Pantai Mamonta, Desa Seppong, Belopa Utara, pada 31 Maret 2019 akhir pekan ini.

Ketua Karang Taruna Luwu Sul Arrahman menuturkan gerakan setia mengabdi selamatkan lingkungan di gelar dalam rangka memperingati hari Bumi yang di peringati setiap 1 April mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami Karang Taruna Luwu bekerja sama dengan Yayasan Lestari Lingkungan Indonesia, Perkumpulan Telapak dan Komunitas Motor dari YNCI Luwu Chapter sekaitan aksi Gerakan Setia Mengabdi untuk melestarikan lingkungan hidup,” kata Sul Arrahman Senin, (25/3/2019).

Sul menambahkan, selain penggiat pelestarian lingkungan, Karang Taruna Luwu pula melibatkan kalangan siswa SMA di kabupaten Luwu.

“Bahkan beberapa Komunitas dari aktivis lingkungan hidup se kabupaten Luwu kita libatkan langsung terkait gerakan pelestarian lingkungan hidup di pantai Mamonta,” papar Sul Arrahman.

Narasumbar dalam kegiatan ini, masing-masing adalah Dr. Bachrianto Bahtiar, Dokter H Thamrin, Gubernur Perkumpulan Telapak Sulselbar Baso SH, Dr. Heni Tribuna Cinna Wara Dekan Fakultas Kelautan Unanda.

Sementara pembanding adalah Dr. Abdul Rahman Nur yang juga Direktur Yayasan Lestari Lingkungan Indonesia

“Kalau bukan sekarang kapan lagi untuk peduli soal lingkungan,” kata Sul Arrahman.

Nantinya, aksi gerakan peduli lingkungan ini para aktivis kata Sul Arrahman akan komitmen menandatangani kepedulian merawat lingkungan di spanduk yang panjangnya tujuh meter sebagai sikap konsisten dalan merawat lingkungan hidup.

Menurut Sul Arrahman, upaya pelestarian lingkungan hidup tujuannya untuk mendukung program pembangunan wilayah.

Selain itu membentuk manusia Indonesia seutuhnya juga mengatasi dan menjaga agar sumber daya alam dan lingkungan tetap lestari.

Untuk itu masyarakat harus menjaga agar tidak merusak lingkungan. Memelihara dan mengembangkan agar sebagai sumber daya alam tetap tersedia daya guna dan hasil guna harus dilihat dalam batas-batas yang optimal.

(irwan musa)