TAKALAR, UJUNGJARI-Anjing menggonggong kafilah berlalu, pepatah inilah yang layak ditujukan pada sejumlah pihak penambang ilegal yang terus menerus mengeruk keuntungan dibalik maraknya raung eskapator yang setiap hari memekik telinga masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mana urus pihak penambang dan pemerintah daerah terhadap kerusakan lingkungan dan rusaknya sejumlah infrastruktur jalan menjadi bukti Kabupaten Takalar adalah surga bagi para penambang ilegal.

” Kami juga heran, kenapa pemerintah mulai ditingkat Kelurahan, desa hingga Kabupaten membiarkan tambang tambang ilegal terus beroperasi, toh saat ini kerusakan akibat maraknya tambang sudah tidak terhitung lagi nilai kerugian,” Kata Amiruddin Ince, salah seorang penggiat lingkungan hidup diKabupaten Takalar, Minggu (17/11/2018)

Amiruddin berharap, maraknya tambang yang tengah berlangsung disejumlah wilayah diKecamatan Polongbangkeng Utara dapat menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk turun tangan menertibkan ego pihak.penambang yang sudah diluar batas kewajaran

” Pemerintah harus berani bertindak dan bersikap terhadap menjamurnya tambang tambang ilegal, intinya kondisi tanah disekitar tambang dalam waktu yang tidak lama lagi akan amblas seiring datangnya musim hujan,”‘ Ungkap Amiruddin.

Maraknya tambang tambang terduga liar diKecamatan Polongbangkeng Utara, Khususnya diKelurahan Malewang, mengemuka setelah 3 alat berat berupa eskapator terus meraung hingga jelang malam hari, parahnya dalam pelaksanaan tambang beberapa oknum aparat diduga membekengi sekaligus terlibat melakukan penambangan liar.

” Sangat sulit tambang itu dihentikan karena ada aparat hukum yang membekinginya dan keberadaan aparat hukum dilokas tambang bukan lagi rahasia,” Tandas salah seorang warga disekitar tambang kelurahan Malewang.

Terpisah, dinas PTSP Kabupaten Takalar yang dikonfirmasi sekaitan maraknya tambang ilegal beroperasi diKabupaten Takalar, khususnya dikecamatan Polut berjanji akan turun mendata jumlah tambang sekaligus melakukan penertiban.

” Kami sudah terima laporan warga terkait banyak tambang pasir yang beroperasi diPolut, ketika para penambang tidak kantongi izin tentu kami akan tindak dengan tegas,” Kata Kabid pertambangan, Ikbal Batong. (Ari Irawan)