GOWA, UJUNGJARI.COM — Maraknya wabah  Covid 19 (Corona Virus) yang telah masuk di Indonesia membuat Pemkab Gowa mulai bersiap dan waspada. 

Salah satu kegiatan yang melibatkan  tamu dari luar negeri yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang diadakan oleh jamaah tabligh tidak diberikan rekomendasi penyelenggaraan acara. Kegiatan Ijtima Dunia 2020 yang akan dihadiri puluhan ribu muslim dari 48 negara-negara tetangga (Asia) sedianya akan digelar selama sepekan di lokasi perkemahan muslim di Desa Nirannuang, Pakkatto Lompo, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa mulai 19-22 Maret 2020.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi kegiatan akbar ini, Pemkab Gowa lalu mengelar rapat koordinasi (Rakor) di ruang rapat Sekkab Gowa dihadiri Camat Bontomarannu, Pemerintah Desa Nirannuang, pihak Polres Gowa, TNI diwakili Koramil Bontomaranu Kapten I Made Paulus Ambarajaya. 

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa Adliah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gowa KH Abubakar Paka, jajaran Badan Kesbangpol Gowa dan panitia pelaksana kegiatan Ijtima Dunia.

Dalam rakor tersebut, Muchlis menegaskan sebagai upaya Pemkab Gowa untuk mencegah penularan Covid-19 cukup antisipatif, apalagi konon berdasar data panitia pelaksana kegiatan tersebut akan melibatkan 48 negara.

” Kita sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gowa mempermaklumkan untuk tidak melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang tamu dari luar negeri,” tegas Muchlis.

Lanjut Sekkab Gowa, hal ini juga sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat dalam memberlakukan protokoler penanggulangan Covid-19 atau Corona Virus tersebut. 

” Kita sangat memaklumi adanya pembatasan warga dari luar negeri dan aksesnya dibuat sedemikian rupa untuk memproteksi daerah ini agar tidak terpapar Covid-19,” tegas Muchlis.

Walaupun demikian, Muchlis mengungkapkan kegiatan tersebut bisa dilaksanakan. Hanya saja, ia menginginkan agar kegiatan ini tidak melibatkan tamu dari negara luar. Ia pun menyarankan agar nama kegiatan tersebut diubah dan hanya dilaksanakan tingkat lokal saja.

” Kalau kegiatannya hanya diikuti peserta lokal saya kira tidak masalah. Boleh dilaksanakan bahkan sesuai dengan anjuran dari kebijakan pusat menghidupkan perekonomian tapi jika harus melibatkan tamu dari negara luar, tunggu dulu. Makanya Pemkab Gowa menyatakan tidak memberikan rekomendasi izin untuk pelaksanaan Ijtima Dunia. Kita hanya beri izin untuk peserta lokalan alias tamu-tamu dalam daerah Indonesia saja,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gowa Adliah mengaku mendukung keputusan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Gowa. 

” Kami mendukung keputusan Pemkab Gowa untuk tidak memberikan izin kegiatan ini untuk sementara,” kata Adliah.-