MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Penyidik Polda Sulsel terus melakukan pendalaman terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan Puskesmas Batua senilai Rp25,5 miliar.

Puskesmas Batua yang terletak di Jalan Abullah Dg Sirua, Kota Makassar dibangun dengan menggunakan anggaran APBD Kota Makassar, melalui Dinas Kesehatan Kota Makassar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sejak 2018 lalu proyek pembangunan Puskesmas yang dikerjakan oleh PT Sultana Nugraha ini, tak kunjung rampung dikerjakan dalam tahap awal pembangunan konstruksi.

Dimana fakta dilapangan ditemukan progres pembengunan Puskesmas Batua, yang rencananya akan dijadikan Rumah Sakit tipe C itu terbengkalai.

“Inilah yang sementara kita masih dalami kenapa proyek pembangunannya tidak selesai-selesai dibangun, dan terbengkalai seperti itu,” ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Augustinus Berlianto Pangaribuan, Selasa (5/5/2020).

Augustinus mengatakan, saat ini pihaknya telah mengantongi, alat bukti awal terkait proyek pembangunan gedung di Puskesmas Batua. Dimana disinyalir adanya dugaan penyimpangan dalam proyek tersebut.

Hanya saja Augustinus, masih enggan membeberkan terlalu jauh terkait soal penyimpangan tersebut. “Tunggu saja hasilnya, pasti akan kita ungkap nanti, faktanya seperti apa,” tandasnya.

Pastinya kata perwira tiga bunga ini, memastikan bila pihaknya akan bekerja secara profesional dalam mengusut kasus Puskesmas Batua ini.

“Alat bukti awal yang kita kantongi, masih sementara kita telisik atau pelajari dulu, apakah ada penyimpangan atau tidak,” tukas Augustinus.

Menurut Augustinus, kalau ada penyimpangan berarti ada kerugian negara.  (mat)