MAKALE, UJUNGJARI–Maha karya pemimpin visioner selalu rindu bersama masyarakat, pastinya pro dan kontra masyarakat menilainya, apalagi jika menghabiskan anggaran cukup besar.
Sebut saja Objek Wisata (OW) Kawasan Religi Burake, perencanaannya hadirkan patung Kristus Memberkati diawali sejak Theofilus Allorerung berkuasa 2010-2015.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tentu tidak mudah dirikan patung raksasa setinggi 24 meter diatas bukit, namun melalui perencanaan matang dengan bahan bakunya dari lempengan aluminium diproduksi di Jogyakarta, maka berdirilah obyek wisata ciptaan Theofilus.
Namun karena mega proyek ini berlanjut dari tahun ke tahun, hingga ahir masa jabatan Theofilus tidak selesai maka dilanjutkan bupati sekarang Nicodemus Biringkanae, juga sepupu Theofilus dengan hadirnya jembatan kaca sebagai icon tambahan.
Demikian pula pembangunan WC mewah habiskan anggaran pantastis, hanya saja hingga sekarang belum berfungsi karena kendala air.
Patung Kristus kurang lebih 3 km dari kota Makale, infra struktur jalannyapun sudah mulus meskipun banyak tikungan berbahaya, dan kini primadona sumber pendapatan asli daerah (PAD).
Namun sayang seribu sayang, masyarakat setempat harusnya turut menikmati hasil tapi hanya jadi penonton, membuat mereka pekan lalu demo ke DPRD menuntut bagi hasil.
Dua putra terbaik Tana Toraja Nicodemus Biringkanae-Theofilus Allorerung, pada kontestasi Pilkada tahun ini dihelat 9 Desember 2020, kedua warga kecamatan Rembon ini kembali menjadi rival politi, juga ada Albertus Patarru.
Yuli Paranten Bura, diaspora Toraja di Jakarta menilai keikutsertaan Theofilus Pilkada Tana Toraja gandeng Zadrak Tombeg (The-Za) tentu membawa angin segar mengantar daerah ini lebih maju karena karya terbukti.
Diakui Yuli Parantean, akrab disapa Oma, lima tahun terakhir tata kelola pemerintahan buruk berdampak kepada pengelolaan keuangan tidaj transparan dan akuntabel sehingga terjadi devisit anggaran, dan terjadi utang Pemda kepada pihak ketiga cukup besar ratusan milyar.
Kata Oma, paslon Theo-Zadrak (The-Za) dianggap mampu Wujudkan Tana Toraja Bangkit, Produktif, dan Tangguh merupakan solusi tepat menyelesaikan masalah pelik di Bumi Lakipadada.
Oma jelaskan, karya dan gagasan Theofilus telah dirasakan masyarakat karena mampu mengartikulasi pemikiran kritis dan kaya ide, dan pemimpin eksekusi keputusan tepat.
Apalagi didampingi Zadrak Tombeq dokter spesialis anak, dan telah mengelola lembaga oendidikan kesehatan, tidak disangsikan kiprahnya memajukan pendidikan dan kesehatan di daerah ini.
Jangan salah memilih pemimpin, tetapi tilik rekam jejak dan prestasinya dan itu dimilikinya The-Za, pungkas Oma.(agus)

