ikut bergabung

Warga Soroti Pembangunan Pusat Perbelajaan Alaska di Jalan Perintis Kemerdekaan

Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Hj Nunung Dasniar, ST, saat meninjau aktivitas pembangunan Alaska di Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Sabtu (10/10/2020).

Makassar

Warga Soroti Pembangunan Pusat Perbelajaan Alaska di Jalan Perintis Kemerdekaan

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Tak lama lagi, pusat perbelanjaan Alaska akan terbangun megah di jalan Perintis Kemerdekaan, kecamatan Tamalanrea, kota Makassar.

Kehadiran Alaska cabang Pengayoman yang berada di samping jalan baru Middle Ring Road Perintis itu, dinilai akan menimbulkan masalah baru dan membuat keresahan di masyarakat utamanya yang tinggal di sekitarnya.

Bagaimana tidak, pembangunan pusat perbelanjaan raksasa dan super elit itu akan membawa dampak besar bagi masyarakat, jika dalam pembangunannya amburadul, utamanya sistem drainase dan pembuangan limbahnya tak jelas.

Warga meminta pihak Alaska agar memperhatikan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Sebab lokasinya berada ditengah-tengah pemukiman warga RT 05 RW 01 Kompleks Hartaco Permai.

Paling tidak, Alaska harus membuat drainase dan pembuangan limbah yang bagus, agar tidak memperparah banjir di daerah tersebut. Dan itu harus melalui kajian para ahli, sehingga tidak merugikan warga sekitarnya.

Yusuf (48) warga setempat mengatakan, pembangunan pusat perbelanjaan Alaska di Jalan Perintis Kemerdekaan itu akan berdampak ke masyarakat sekitar. Terkhusus pemukiman warga Kompleks Hartaco Permai.

“Jika pembangunan Alaska amburadul, pasti warga Kompleks Hartaco Permai akan tenggelam dan menjadi kolam ketika musim hujan,” kata Yusuf.

“Untuk itu kami minta Pemkot Makassar dalam hal ini Dinas Perizinan (PTSP) supaya tidak mengeluarkan izin sebelum dilakukan kajian atau penelitian terkait dampak lingkungan terhadap bangunan tersebut,” pungkasnya.

Mestinya, lanjut Yusuf, sebelum membangun, pihak Alaska terlebih dahulu melakukan musyawarah kepada warga sekitarnya. Alaska harus mempresentasekan sistem drainase dan tempat pembuangan limbahnya kepada warga sekitar.

“Pemerintah kecamatan dan kelurahan mestinya menjadi penengah, dan memediasi warga dengan pihak Alaska. Supaya warga juga mengetahui persis seperti apa pembangunan Alaska. Jangan nanti sudah jadi bangunannya, baru mau bertindak,” harapnya.

Saat ini, pihak Alaska sementara melakukan pembangunan pondasi di lokasi tersebut. Ironisnya, pihak Alaska sudah memulai pembangunan, tapi belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB).

Sementara Ketua RT 05 RW 01 Kompleks Hartaco Permai, Akbar Milov, mengakui bahawa pembangunan Alaska di samping pemukiman warga Kompleks Hartaco Permai, sangat meresahkan warga. Sebab, warga khawatir akan terjadi banjir besar dan akan menenenggelamkan pemukiman warga, jika sistem drainase Alaska tidak bagus.

“Ya, mestinya pihak Alaska memperhatinkan drainase dan sistem pembuangan limbahnya. Apalagi Alaska semi mall, tentu saluran drainase dan pembuangan limbahnya harus betul-betul bagus dan terkoneksi ke sungai Tello,” ketus Akbar. (drw)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Makassar

Populer Minggu ini

Arsip

To Top