ikut bergabung

Aska Ajak Kandidat Lain Adu Gagasan, Bukan Sebar Kebencian

Politik

Aska Ajak Kandidat Lain Adu Gagasan, Bukan Sebar Kebencian

BARRU, UJUNGJARI.COM — Gaya politik santun kembali ditunjukkan paslon Suardi Saleh-Aska Mappe (SS-AK). Kendati ‘diserang’ bertubi-tubi. Paslon ini tak memperlihatkan sekalipun bentuk perlawanan. Malah memberikan pesan sejuk.

Seperti dilakukam calon wakil bupati nomor urut 2, Aska Mappe, di tengah isu hoaks yang terus digulirkan kubu tertentu jelang pencoblosan yang tersisa kurang dari satu bulan lagi.

Pasangan incumbent Suardi Saleh ini mengajak semua kandidat untuk menjadikan momentum pilkada Barru sebagai panggung adu gagasan dan ide. Bukan menebar kebencian apalagi hoaks.

“Semestinya momentum pilkada mengedepankan cara politik santun dan berakal sehat, beradu gagasan. Dan sebagai calon pemimpin harus memberi contoh yang baik ke masyarakat. Bukan dengan cara-cara tidak benar untuk tumbangkan lawan,” kata Aska Mappe, Sabtu (14/11).

Beberapa hari terakhir, isu miring terus dialamatkan kepada pasangan Suardi Saleh – Aska Mappe (SS-AK). Kubu rivalnya berusaha mendesak penyelenggara, untuk ‘menghalangi’ syarat pencalonan Aska.

Apabila mengacu pada surat keputusan, Aska justru sudah memenuhi syarat. Bahkan surat pengunduran dirinya sebagai polisi langsung ditandatangani Kapolri sebelum batas waktu yang ditentukan.

Hanya saja, kubu rivalnya terkesan sangat memaksakan melayangkan protes ke penyelenggara. Sampai-sampai memimpin aksi unjuk rasa di depan kantor penyelenggara di Barru.

Meski demikian, baik Suardi maupun Aska tak terpancing sama sekali. Justru selalu memberi pesan menyejukkan ke tim, relawan, masyarakat umum agar tetap menjaga suasana kondusif dan ketenteraman. Termasuk tetap fokus melakukan sosialisasi.

Aska menilai, masyarakat Kabupaten Barru sudah cerdas dalam politik sehingga tidak akan mudah terpengaruh oleh isu yang tidak benar. Sebaliknya, kata dia, jika seorang calon pemimpin terlalu ambisius maka akan sangat mudah ditinggalkan masyarakat yang notabene penentu dalam Pilkada.

“Ayolah, jangan kita saling menuding hal-hal yang tidak benar. Apalagi masyarakat itu sudah tahu mana yang benar dan salah. Janganlah digiring seakan-akan masyarakat itu tidak tahu apa-apa. Apalagi dalam memilih pemimpin, tentu warga sudah tahu,” imbau Aska.  (Udi)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Politik

Populer Minggu ini

Arsip

To Top