ikut bergabung

Butuh Edukasi dan Wadah untuk Membina Pak Ogah

Berita

Butuh Edukasi dan Wadah untuk Membina Pak Ogah

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kehadiran ‘Pak Ogah’ atau orang-orang yang menawarkan jasa menyeberangkan kendaraan di jalan kian meresahkan.

Pemerintah Provinsi Sulsel memberi perhatian khusus untuk menangani persoalan ini.

Selain secara rutin menurunkan tim terpadu untuk menertibkan Pak Ogah yang kerap membandel, juga dipikirkan
apa yang harus mereka lakukan setelah ditertibkan.

Persoalan itu dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar Kamis 24 Maret 2021, melibatkan Dinas Sosial, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP Sulsel. Juga Dinas Perhubungan dan Satpol PP Makassar.
Rapat dipimpin Asisten I Pemprov Sulsel Andi Aslam Patonangi.

Ada beberapa persoalan yang melatarbelakangi keberadaan Pak Ogah di jalan.

Asisten I Pemprov Makassar, Andi Aslam Patonangi mengemukakan, Pak Ogah bermunculan turun ke jalan karena kekurangan lapangan kerja.

Selain itu, keberadaan u-turn atau pembelokan yang menjadi peluang Pak Ogah mencari uang. Ditambah lagi, ketidaksadaran masyarakat yang memberi uang di jalan.

“Banyak Pak Ogah ditertibkan namun muncul kembali, itu karena belum ada wadah untuk membina Pak Ogah,” ungkap Aslam.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Makassar, Abdul Azis Bennu mengatakan, upaya yang dilakukan menyikapi kehadiran Pak Ogah adalah penetapan petugas pada lokasi u-turn.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan penutupan 16 u-turn dari 64 u-turn yang ada di Makassar.

Azis mengatakan, soal penertiban, pihaknya bersama tim terpadu secara massif melakukannya.

Penertiban yang dilakukan selama lima kali dalam sebulan terakhir, sebanyak 56 Pak Ogah terjaring di sejumlah titik, diantaranya Sultan Alauddin, Perintis Kemerdekaan, Urip Sumiharjo, AP Pettarani.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muh Arafah mengatakan untuk menghilangkan Pak Ogah secara permanen di jalan, butuh edukasi dan sosialisasi, dan penertiban Pak Ogah.

Persoalan ini, kata dia, butuh penanganan khusus dengan melibatkan beberapa instansi terkait seperti Disnaker dan Dinas Sosial.

“Perlu penempatan petugas pada u-turn, patroli, perlu keterlibatan Dinsos, Disnaker, dalam pembinaan dan pendampingan Pak Ogah, edukasi dan sosialisasi secara rutin,” tandasnya. (*)

Komentar Anda

Channel

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita lainnya Berita

Populer Minggu ini

Arsip

To Top