ENREKANG, UJUNGJARI.COM — Enam kandidat bakal calon (Bacalon) ketua Partai Golkar Enrekang mengembalikan formulir, Sabtu pekan lalu, untuk bersaing berebut kursi ketua Golkra Enrekang jelang Musda X Golkar Enrekang.

Keenam kandidat tersebut yakni H Muslimin Bando (MB) Bupati Enrekang, Andi Tenri Sose mantan Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Nasir Mantan Ketua DPRD Enrekang, Irfan pengusaha Irian Jaya yang diwakili oleh Abdulrahman Abu, Asmara Cawidu Plt Ketua Golkar Enrekang dan Dedi Bahtiar anggota Fraksi Golkar Enrekang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua diantaranya tidak mengikuti uji kepatutan dan uji kelayakan (fit and proper test) di Gedung DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan, Jalan Ammanagappa, Kota Makassar, Kamis (12/8/2021).

Kedua kandidat tersebut yakni Asmara Cawidu Plt Ketua Golkar Enrekang dan Dedi Bahtiar anggota Fraksi Golkar Enrekang.

“Hanya empat orang yang ikuti fit and proper test kemarin,” kata Asmara Cawidu Plt Ketua Golkar Enrekang, Senin (16/08/2021) dibalik telpon genggamnya.

Ditanya soal kapan digelar Musda Golkar Enrekang, ia menejelaskan, setelah dilakukan uji kepatutan dan uji kelayakan bagi kandidat. Ia belum memastikan jadwalnya karena pihaknya menunggu jadwal dari DPD I Golkar Provinsi Sulsel.

“Belum ada jadwal yang berikan dari DPD I,” ujar Asmara Cawidu.

Sebelumnya, pengamat politik dan juga mantan anggota DPRD Enrekang dua kali periode ini mengatakan, dari keenam figur diatas yang layak menahkodai Golkar Enrekang, yakni H Muslimin Bando (MB). Alasan selama menahkodai Golkar Enrekang pada periode lalu, ia berhasil memenangkan beberapa pemilu di Bumi Massenrempulu, salah satunya pada pemilihan legislatif (Pileg) Enrekang lalu.

Ia berhasil merebut kursi ketua DPRD Enrekang dari tangan Partai Amanat Nasional (PAN) pada periode lalu.

“Buktinya periode lalu DPRD Enrekang yang ketua dari PAN. Setelah pak Muslimin Bando (MB) ketua kemarin, beliau mampu rebut kursi ketua DPRD Enrekang dari PAN ke Golkar,” kata Nurman Amir Eran Batu, Senin (9/08/2021).

Ia mengatakan, ditangan Muslimin Bando selama memimpin Golkar Enrekang periode lalu tidak bisa lagi disembunyikan keberhasilanya memenagkan Pileg lalu. Itu harus diakui.

“Tidak ada lagi kata ABCD karena sekarang tidak bisa lagi disembunyikan keberhasilanya orang.Kita harus akui keberhasilan orang kerena ini fakta.,lanjutkan,pak MB sudah terbukti.,” ujarnya.

Menurutnya, berkurangnya kursi Golkar di DPRD Enrekang dari tujuh kursi menjadi enam pada pileg kemarin itu bukan jadi barometer bahwa MB gagal. Karena pada saat pileg lalu persaingan partai ketat mencari suara untuk mendudukan caleg-nya di DPRD. Termasuk lawan beratnya adalah Partai NasDem dan PAN.  (suka)