BARRU, UJUNGJARI.COM — Himbauan Pemkab Barru agar warga dan ASN melakukan proses vaksin sangat beralasan karena banyak diantara warga yang tidak konsisten menjalani vaksinasi. Imbasnya 39.000 warga terancam hasil vaksinasinya kedaluarsa.

Sekda Barru Abustan saat ditemui Rabu (20/4) membeberkan, 39.000 hasil vaksinasi warga terancam kedaluarsa. Makanya pihaknya menghimbau ASN dan masyarakat untuk melakukan vaksin ketiga (Booster).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebab berdasarkan data dari peduli lindungi sudah banyak warga yang telah vaksin pertama dan selama 6 bulan tidak melanjutkan ke vaksin kedua sehingga hasil vaksin pertama dinilai kedaluarsa,” kata Abustan.

Sementara itu Kepala Sekretariat Covid Barru Darwis Meis menyatakan jumlah 39.000 hasil vaksin drop out (DO) yang identik dengan istilah kedaluarsa karena jarak yang terlalu jauh antara vaksin pertama dengan kedua. Apabila selama 6 bulan tidak melakukan vaksin kedua, maka namanya hilang dalam sistem.

Untuk data per 13 aprilĀ  2022, kata Darwis, ada 221 warga DO hasil vaksin pertamanya karena selama enam bulan tidak melanjutkan vaksin kedua.

“Secara total saat ini ada 39 ribu warga sudah vaksin satu belum melakukan vaksin kedua selama enam bulan dan terancam DO artinya jumlah ini mengkhawatirkan,” pungkasnya. (Udi)