MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggelar malam ramah tamah di Pantai Bosowa, Kamis (17/9/2026) malam, bersama para penari dan pelaku seni kolosal yang telah menjadi utusan Kota Makassar pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka Jakarta.
Malam ramah tamah tersebut digelar melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan Kota Makassar bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar. Kehadiran Munafri menjamu peserta didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Pattiware dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Munafri menyampaikan malam ramah tamah tersebut digelar atas keinginan dirinya untuk bertemu langsung dengan para penari yang telah membawa nama Makassar ke panggung nasional peringatan HUT RI di Istana Merdeka.
“Saya selalu meminta kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, saya mau ketemu sama semua penari yang berangkat ke Istana,” katanya.
Diketahui, sebanyak 150 penari dari sanggar seni binaan Dinas Kebudayaan Kota Makassar tampil membawakan tarian kolosal “Maeki Ri Mangkasara” pada peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
Munafri pun menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh penari, pelatih, ketua sanggar, serta pihak yang telah terlibat hingga penampilan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, keterlibatan penari Makassar dalam agenda kenegaraan tersebut menunjukkan bahwa kekayaan seni dan budaya daerah memiliki ruang untuk tampil di panggung nasional.
“Dengan berangkatnya rombongan penari ini, ini sudah memberikan ruang kepada budaya yang ada di Kota Makassar bahwa budaya kita memang sangat pantas untuk ditampilkan di pentas-pentas nasional,” ujarnya.
Munafri menegaskan, budaya Makassar tidak seharusnya hanya dinikmati oleh masyarakat di daerah sendiri, tetapi perlu terus diperkenalkan hingga tingkat nasional dan internasional.
Karena itu, ia mendorong Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata untuk terus membangun ekosistem seni dan budaya yang memberi ruang bagi para pelaku seni untuk tumbuh, berkarya, dan mendapatkan apresiasi.
Munafri juga menyampaikan sanggar dan pelaku seni Makassar semakin banyak dilibatkan dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Makassar sebagai bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan budaya lokal.
“Ini kesempatan yang sangat baik untuk kita menjaga nilai-nilai luhur budaya yang kita miliki. Karena kalau bukan kita yang melestarikan, siapa lagi?” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Munafri juga menyerahkan penghargaan sebagai apresiasi kepada perwakilan penari dan pelatih penari yang telah berupaya keras memberikan penampilan terbaik sebagai utusan Kota Makassar di Istana Merdeka.
Ia berharap momentum tersebut menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak panggung nasional bagi seniman Makassar di masa mendatang. (rhm)

