MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah warga menolak rencana branding iklan Gojek di pintu gerbang perumahan BTP (Bumi Tamalanrea Permai) kecamatan Tamalanrea, kota Makassar.
Dalam waktu dekat, pihak Gojek akan membranding full pintu utama (gerbang) BTP. Aplikasi layanan transportasi angkutan umum itu bahkan telah meninjau dan sudah mendapat restu dari pemerintah setempat dalam hal ini lurah dan camat Tamalanrea.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lurah Tamalanrea Sudarman, membenarkan rencana Gojek akan membranding pintu gerbang BTP.
“Menurut pihak Perumnas semua fasum/fasos di BTP itu sudah diserahkan ke Pemkot termasuk gapura atau gerbang BTP. Jadi, waktu itu pihak Gojek bermohon izin ke kecamatan dan kelurahan, dan itu sudah direstui sama pak camat,” kata Sudarman.
Meski begitu, rencana branding Gojek di gerbang BTP itu, mendapat penolakan keras dari sejumlah tokoh masyarakat BTP.
Mereka menolak karena terdapat unsur bisnis raksasa didalamnya. Tentu yang diuntungkan adalah perushaaan Gojek.
“Jelas sekali bisnisnya. Itu Iklan Gojek mereka harus bayar mahal, dan harus ada timbal baliknya ke warga BTP. Mestinya juga rencana itu melibatkan seluruh tokoh masyarakat BTP, semua pemangku kepentingan termasuk forum warga harus duduk bersama membahas rencana itu,” kata Andi Jasruddin warga BTP kepada ujungjari.com.
“Jadi, tidak bisa serta merta pihak Gojek membranding pintu gerbang BTP. Gerbang itu adalah icon BTP yang tidak bisa diganggu gugat apalagi pihak swasta mau branding iklan, tidak boleh. Warga BTP juga berhak atas pemanfaatan fasum/fasos,” jelasnya.
“Kalau pihak Gojek memaksakan kehendak, kami warga BTP bersatu melawan dan menggelar aksi demo,” tegasnya.
Rustam, warga BTP lainnya juga menolak keras rencana Gojek membranding iklan Gojek di pintu gerbang BTP. “Tidak bisa gerbang BTP dibranding iklan, itu bisnis besar yang mendatangkan uang miliaran rupiah setiap bulannya. Gojek-ji yang untung, sementara tidak ada timbal baliknya ke warga BTP,” ujar Rustam.
“Branding iklan itu bisnis kakap, sebulan bisa dapat miliaran rupiah. Apalagi mereka manfaatkan media besar dan strategis. Makanya, kami pertanyakan juga apa keuntungan yang didapatkan mayarakat BTP. Setahu saya, kalau kerjasama itu saling menguntungkan,” pungkasnya. (drw)

