MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Rekonstruksi penembakan Petugas Dishub Makassar Najamuddin Sewang digelar hari ini, Kamis (19/5).

Rekonstruksi pertama dilakukan di rumah pribadi wanita selingkuhan Iqbal Asnan, yakni Rachmawati di Perumahan Grand Aroepala Tamangapa Manggala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Rekonstruksi itu dihadirkan tersangka Iqbal Asnan dan ajudannya, Asri. Kemudian dua saksi yakni Karto dan Rifaldi (Pegawai Dishub Makassar).

Rekonstruksi dilakukan secara runut di sejumlah lokasi dengan menghadirkan tersangka lainnya seperti Sahabuddin dari lingkup Pemerintah Kota Makassar dan oknum anggota Brimob Polda Sulsel yakni Chaerul Akmal dan Sulaeman.

Oknum Brimob pembunuh Najamuddin diberikan uang panjar Rp20 Juta sebelum peristiwa penembakan. Diduga menggunakan anggaran operasional Satpol PP.

Hal itu diperagakan dalam adegan rekonstruksi yang digelar di samping rumah tersangka eks Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan, di Jalan Kumala.

Dalam adegan yang diperagakan, oknum Satpol PP Makassar, Asri yang menyerahkan uang kepada oknum Brimob, Sulaiman dalam posisi berdiri.

Sementara oknum Brimob, Chaerul Akmal sedang duduk menunggu di atas motor.

Uang panjar Rp20 juta yang diserahkan tersebut diduga merupakan uang operasional Satpol PP Kota Makassar.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) disebutkan, pada pertengahan bulan Maret sekitar pukul 13.20 wita, Iqbal menyerahkan uang sebesar Rp20 juta kepada Asri untuk dipergunakan sebagai operasional kegiatan Satpol PP. Uang itu diserahkan di ruang Kasatpol.

Keesokan harinya, bertempat di Balaikota, Iqbal memerintahkan Asri agar menghubungi Sulaiman untuk menunjukkan rumah korban.

Selanjutnya, Asri tiba di depan Masjid samping Asrama Brimob Pabaeng-baeng kemudian bertemu dengan Chaerul Akmal. Asri memperkenalkan dirinya kepada Chaerul bahwa dirinya merupakan teman dari Sulaiman.

Sekitar pukul 20.30 wita, Asri berangkat mengendarai sepeda motornya. Sementara Chaerul dan Sulaiman berboncengan menuju rumah korban.

Usai dari rumah korban, Asri, Chaerul dan Sulaiman ke rumah Iqbal di Jalan Kumala. Disana mereka bertemu dengan Iqbal Asnan lalu kemudian penyerahan uang Rp20 juta dilakukan oleh Asri kepada Sulaiman. (jun)