MAKALE, UJUNGJARI–Puluhan tenaga kontrak daerah (TKD) Tana Toraja yang diputus kontrak Rabu (29/3) mengadukan nasibnya ke DPRD Tana Toraja. Ketua DPRD Welem Sambolangi, didampingi ketua komisi tiga, Kendek Rante, dan Randan S.Toding, serta Bertha Pidun, terima aspirasi TKD dirung rapat pimpinan.
Miris aspirasi dari TKD sebab sudah ada yang mengabdi selama 15 tahun, namun tidak kunjung diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerjasama (PPPK).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Welem mengatakan, TKD telah torehkan karya bakti dan sudah mengabdi, namun jangan lupa masa depan. TKD gagal kita kawal bersama, dan dewan tidak pernah berhenti berjuang, sebab besar tanggungjawab politik kita berjuang demi kemanusiaan.
Lanjut Welem, belum lama ini dewan ke Mendagri perjuangkan rekeruitmen P3K, maupun formasi hilang mendadak, termasuk nasib TKD yang tidak jelas statusnya. Yang pasti nasib
TKD sedang berproses, tinggal kewenangan bupati masukkan Surat Pertangjawaban, dan surat itu sudah diminta Menpan-RB.
Dan data TKD Tana Toraja sudah terkirim ke Pusat tertanggal 15 Maret 2023 sejumlah 2.712 orang. Data terkirim 2.712 tentu akan berkurang sebab Nakes dan Guru sudah ada formasinya tahun 2023 kurang lebih 700 orang,” ujar Welem. (agus)

