ikut bergabung

Warga Tolak Pembagian Sembako PSEL Makassar

Foto/Ilustrasi

Makassar

Warga Tolak Pembagian Sembako PSEL Makassar

MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Berbagai cara dilakukan pihak konsorsium proyek pengolahan sampah menjadi energi lisrrik (PSEL) Makassat untuk mendapatkan simpati masyarakat, agar dapat memuluskan rencana proyek tersebut di Komplek Pergudangan Green Eterno kelurahan Parangloe, kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.

Selain menjanjikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, pihak konsorsoum PSEL telah membagikan paket sembako kepada warga Tama’lalang kel. Parangloe. Hanya saja, iming-iming pekerjaan dan pemberian paket sembako itu ditolak mentah-mentah oleh warga setempat.

Salah satu Ketua RT di Mula Baru mengatakan, semua warga menolak pemberikan sembako dari pihak konsorsium PSEL.

“Baru-baru ini ada pembagian sembako dari pihak konsorsium PSEL, tapi semua warga menolak dan marah, karena dihargai hanya sembako murah. Parahnya, setiap penerima sembako disuruh bertanda tangan persetujuan pembangunan proyek sampah. Warga tidak ada yang mau tanda tangan, semua warga sudah pintarmi, tidak bisami di pattolo-tolo’,” kata Ketua RT yang tak ingin namanya disebut.

“Kami mau sampaikan bawah semua warga di Parangloe dan Bira tolak proyek PSEL di Green Eterno. Karena akan berdampak pencemaran lingkungan, dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Kalau mau dipaksakan, masyarakat akan menggelar aksi demo,” ujarnya.

Ia menyebut, pembagian sembako PSEL dilakukan oleh salah satu RW di Kel. Parangloe. Dia membagi bagikan sembako dengan harapan mendapat tanda tangan persetujuan warga untuk proyek PSEL di daerah tempat tinggalnya.

Baca Juga :   Dishub-Satpol PP Bersama TNI-Polri Tertibkan Pak Ogah”, Selanjutnya Dibina

H. Hasanuddin (48) warga Mula Baru, juga menolak keras pembangunan proyek PSEL di Green Eterno. “Tidak ada warga setuju, apalagi warga merasa tidak diharagi karena sembako murah yang dibagi dan disuruh bertanda tangan,” kata H Hasanuddin.

“Jangankan sembako, iming-iming pekerjaan dan pemberian uang saja, warga tidak ada yang mau,” ketusnya. (drw)

dibaca : 860



Komentar Anda

Berita lainnya Makassar


Populer Minggu ini

Arsip

To Top