MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Dinamika politik pemilihan Ketua RT dan RW di Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, kian memanas. Sejumlah warga menyoroti adanya dugaan pengaturan calon dalam proses pemilihan yang seharusnya berlangsung demokratis dan terbuka.

Warga meminta Lurah Berua, Andi Suryanti, bersikap netral serta tidak mengintervensi proses penjaringan calon di tingkat lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mendesak agar masyarakat diberi keleluasaan mengusulkan dan memilih calon RT maupun RW sesuai kehendak warga.

“Biarkan warga memilih figur yang mereka anggap mampu. Jangan ada pengaturan dari kelurahan. Ini pemilihan warga, bukan penunjukan jabatan,” tegas salah satu tokoh masyarakat Telkomas, Berua, Kamis (30/10).

Dinamika politik di Kelurahan Berua disebut semakin mengeras karena muncul indikasi adanya pengaturan nama-nama calon RT dan RW sejak awal.

Berdasarkan informasi warga, Kelurahan Berua memiliki wilayah Telkomas yang terdiri dari tiga RW, dan khusus RW 3 terdapat 11 RT. Di wilayah inilah dugaan pengaturan calon paling mencolok.

Warga menduga telah ada skenario penempatan calon pada masing-masing jabatan RT dan RW. Lebih jauh, beredar kabar bahwa salah satu calon RW perempuan diduga aktif mengurus dan mengatur berkas para calon RT di wilayah RW 6, yang memicu kecurigaan adanya koordinasi tertutup antara pihak tertentu dengan aparat kelurahan.

Kondisi ini membuat warga yang berniat mencalonkan diri merasa waswas. Mereka khawatir berkas pendaftaran mereka tidak akan diloloskan karena diduga sudah ada “settingan” dari pihak kelurahan mengenai siapa yang akan menempati posisi ketua RW maupun RT di RW 3 Telkomas.

“Yang lebih miris, semua calon yang muncul baik ketua RW maupun RT adalah perempuan. Kami tidak mempermasalahkan gender, tapi kalau semua sudah diatur dan diarahkan, di mana letak demokrasi bagi warga?” ungkap dia.

Menanggapi tudingan tersebut, Lurah Berua Andi Suryanti membantah keras adanya intervensi dalam proses pencalonan RT RW. Ia menegaskan pihak kelurahan bersikap netral dan tidak pernah menghalang-halangi warga untuk maju sebagai calon.

“Silakan maju kalau memenuhi syarat, silakan saja. Saya tidak ada masalah, siapapun bisa maju. Kami di kelurahan netral, tidak ada niat mengatur atau membatasi,” ujar Andi Suryanti saat dikonfirmasi, Kamis (30/10).

“Tidak adapi juknis turun, belum ada tahapan pemilihan. Kenapa terlalu cepat menuding seperti itu,” kata dia.

Meski begitu, warga tetap berharap agar proses penjaringan calon RT dan RW diawasi oleh pihak kecamatan dan instansi terkait, agar tidak ada kecurigaan atau dugaan keberpihakan di lapangan.  (drw)