MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, terus mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih baik melalui pemanfaatan sampah organik.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembuatan Teba, yaitu lubang yang difungsikan sebagai tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Teba menjadi bagian dari upaya pemerintah kelurahan untuk mengurangi volume sampah rumah tangga yang dibuang ke tempat pembuangan. Dengan adanya Teba, sampah organik seperti sisa makanan, dedaunan, dan limbah dapur dapat diolah secara mandiri oleh warga menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Lurah Daya, Nur Alam, mengatakan bahwa pembangunan Teba ini sejalan dengan program peningkatan kebersihan dan kemandirian lingkungan di masyarakat.

“Kami mendorong warga untuk lebih peduli dalam memilah sampah. Teba ini sederhana tetapi sangat efektif mengurangi sampah dan menghasilkan kompos yang bisa digunakan kembali,” ujarnya.

“Kami sudah bikin sembilan Teba yang tersebear dibeberapa titik di Daya, dan akan terus kami kembangkan,” kata Nur Alam.

Ia berharap kehadiran Teba ini, dapat terus dikembangkan ke semua lingkungan RT RW dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain ramah lingkungan, program ini juga menumbuhkan kebiasaan baru bagi warga dalam menjaga kebersihan sekitar.

Warga pun diimbau untuk memanfaatkan fasilitas Teba dengan baik dan turut menjaga keberlanjutan program pengolahan sampah organik ini.  (drw)