MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Sejumlah warga di Jalan Biring Romang, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, menolak rencana pembangunan asrama mahasiswa Papua yang akan didirikan di lingkungan mereka.

Asrama tersebut direncanakan dibangun di Kompleks BTN Purn TNI AL Kapasa, pada sebidang tanah yang merupakan aset milik Pemerintah Daerah Papua. Lahan tersebut telah dibebaskan beberapa tahun lalu dan kini siap digunakan untuk pembangunan fasilitas hunian mahasiswa Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga menyoroti potensi dampak sosial yang mungkin timbul jika asrama tersebut berdiri. Mereka menilai kawasan pemukiman Biring Romang selama ini relatif tenang, dan khawatir aktivitas mahasiswa dalam jumlah besar dapat memengaruhi kenyamanan lingkungan.

“Kami tidak menolak mahasiswa Papua, tetapi lokasi asrama berada di tengah pemukiman padat. Warga hanya ingin kondisi tetap aman dan tenang,” ujar perwakilan warga.

Lurah Kapasa, Norman Edyanto, S.STP, saat dikonfirmasi juga membenarkan adanya penolakan tersebut. “Iya, warga menolak. Mereka keberatan dan khawatir adanya dampak sosial,” kata Norman.

Ia menjelaskan bahwa penolakan warga sudah diformalkan dalam sebuah forum. “Forum warga yang menolak, ada surat keberatannya di kantor. Nanti saya perlihatkan,” ujarnya.

Lebih jauh, Norman menegaskan bahwa sebenarnya Pemda Papua siap bertanggung jawab jika di kemudian hari muncul dampak sosial akibat keberadaan asrama mahasiswa Papua di Kapasa.

“Pemda Papua siap membuat pernyataan kesiapannya memenuhi seluruh permintaan warga, termasuk terkait dampak sosial yang mereka khawatirkan. Meski begitu, warga tetap menolak,” jelasnya.

Hingga kini Pemda Papua masih menunggu respons resmi Pemkot Makassar terkait langkah selanjutnya. Mereka berharap ada dialog terbuka antara pemerintah kota Makkassar, perwakilan Papua, dan masyarakat sebagai upaya mencari solusi yang adil dan menjaga kondusivitas lingkungan. (drw)