MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Jelang dibukanya bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026, pergerakan klub-klub Liga Indonesia mulai menunjukkan geliat yang signifikan.
Sejumlah tim papan atas dikabarkan sudah bergerak diam-diam untuk memperkuat skuad demi menjaga persaingan di putaran kedua kompetisi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bursa transfer paruh musim dijadwalkan resmi dibuka pada Januari 2026. Meski demikian, rumor negosiasi pemain sudah ramai dibicarakan sejak awal tahun, baik untuk pemain lokal, naturalisasi, maupun asing.
Persib Bandung dan Persija Jakarta menjadi dua klub yang paling santer disebut aktif memantau situasi bursa. Kedua rival klasik ini dikabarkan mengincar pemain yang sama, termasuk beberapa nama yang berstatus pilar Timnas Indonesia.
Situasi ini memicu persaingan ketat, tidak hanya di lapangan, tetapi juga dalam perebutan tanda tangan pemain.
Persija Jakarta disebut siap menggelontorkan dana besar untuk mendatangkan pemain anyar guna meningkatkan kualitas lini tengah dan lini serang.
Sementara itu, Persib Bandung fokus mencari pemain berpengalaman, termasuk opsi pemain keturunan dan asing, demi menjaga konsistensi performa mereka di papan atas klasemen.
Selain klub ibu kota dan Bandung, Arema FC juga dikabarkan mulai berburu pemain untuk menambal kelemahan tim pada putaran pertama. Manajemen Singo Edan disebut memprioritaskan pemain muda potensial dan pemain lokal yang sudah berpengalaman di Liga Indonesia.
Isu transfer pemain asing juga turut memanaskan bursa. Beberapa nama dari Amerika Selatan dan Eropa disebut masuk radar klub-klub Super League.
Regulasi yang memperbolehkan klub mendaftarkan hingga 11 pemain asing membuat manuver klub semakin agresif, meski tetap selektif dalam memilih pemain yang sesuai kebutuhan tim.
Pengamat sepak bola nasional menilai bursa transfer paruh musim kali ini akan menjadi salah satu yang paling menarik dalam beberapa tahun terakhir. Pasalnya, persaingan di papan atas dan papan bawah sama-sama ketat, sehingga setiap klub dituntut mengambil keputusan tepat demi mencapai target musim ini.
Dengan sisa kompetisi yang masih panjang, bursa transfer paruh musim diyakini akan menjadi penentu peta persaingan Super League 2025/2026. Publik sepak bola Tanah Air pun menantikan kejutan transfer yang bisa mengubah arah persaingan di putaran kedua.
Pengamat sepak bola nasional, Akhmad Hadi, menilai bursa transfer paruh musim kali ini akan sangat menentukan nasib klub hingga akhir kompetisi. Menurutnya, klub yang cermat memanfaatkan bursa akan memiliki keuntungan besar dalam persaingan.
“Putaran kedua biasanya jauh lebih ketat. Klub yang jeli melihat kebutuhan tim, bukan sekadar mengejar nama besar, akan lebih stabil performanya. Bursa transfer paruh musim ini bisa mengubah peta persaingan,” ujar Akhmad Hadi.
Ia juga menyoroti regulasi pemain asing yang memberi ruang lebih luas bagi klub untuk melakukan rotasi. Namun, menurutnya, regulasi tersebut harus diimbangi dengan perencanaan yang matang agar tidak mengganggu keharmonisan tim.
“Banyaknya kuota pemain asing jangan sampai membuat klub tergoda bongkar pasang tanpa arah. Adaptasi pemain di paruh musim itu krusial, salah langkah bisa berdampak ke ruang ganti,” tambahnya. (**)

