MAKASSAR, UJUNGJARI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, mulai melakukan tender manajemen konstruksi (MK) pembangunan Stadion Untia.

Tender jasa konsultan tersebut dianggarkan sebesar Rp 7 miliar dan ditargetkan rampung pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dilansir dari situs Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Makassar, proses tender manajemen konstruksi Stadion Untia telah dibuka sejak 31 Desember 2025.

Batas pendaftaran bagi perusahaan yang ingin mengikuti tender dijadwalkan hingga 9 Januari 2026.

Dalam laman SPSE Makassar, paket pekerjaan tersebut tercantum dengan nama “Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga – MK Pembangunan Stadion Untia.”

Tender manajemen konstruksi ini merupakan pengadaan jasa konsultan badan usaha konstruksi yang bertugas mengelola, mengawasi, serta memastikan pelaksanaan pembangunan stadion berjalan sesuai perencanaan, spesifikasi teknis, dan jadwal yang telah ditetapkan.

Manajemen konstruksi Stadion Untia Makassar dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar Tahun Anggaran 2026.

Dalam dokumen SPSE tersebut juga disebutkan, nilai pagu paket pekerjaan mencapai Rp 7.000.000.000, sementara nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ditetapkan sebesar Rp 6.909.800.000.

Pembangunan Stadion Untia diharapkan menjadi salah satu proyek strategis Pemkot Makassar dalam mendukung pengembangan sarana olahraga sekaligus meningkatkan fasilitas publik di wilayah pesisir utara Kota Makassar.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pembangunan Stadion Untia menjadi salah satu proyek strategis pemerintah kota dalam memperkuat infrastruktur olahraga.

Ia menekankan pentingnya proses tender yang transparan dan akuntabel agar hasil pembangunan sesuai dengan standar yang diharapkan.

“Stadion Untia ini kita siapkan sebagai fasilitas olahraga representatif untuk masyarakat. Karena itu, manajemen konstruksinya harus profesional, transparan, dan bekerja sesuai aturan agar kualitas pembangunan benar-benar terjamin,” ujar Munafri.

Ia juga berharap keberadaan stadion tersebut nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat di kawasan Untia dan sekitarnya. (**)