JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Indonesian Basketball League (IBL) resmi melakukan perubahan signifikan pada format kompetisi mulai musim 2026. Salah satu kebijakan baru yang paling menonjol adalah penerapan format best of five pada babak semifinal dan final, menggantikan format sebelumnya yang lebih singkat.

Perubahan ini diambil sebagai bagian dari upaya IBL untuk meningkatkan kualitas kompetisi, daya saing antartim, serta memberikan tontonan yang lebih menarik dan adil bagi penggemar bola basket nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan format best of five, tim dituntut tampil lebih konsisten karena kelolosan ke final maupun gelar juara tidak lagi ditentukan hanya dalam satu atau dua pertandingan.

Pengamat bola basket nasional, Widy Kurniawan, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah progresif dan menunjukkan kedewasaan liga.

Menurutnya, format best of five lebih mencerminkan kualitas tim secara utuh.
“Format ini membuat hasil pertandingan lebih fair. Tim tidak bisa lagi bergantung pada satu game bagus saja. Konsistensi, kedalaman roster, dan kualitas kepelatihan akan benar-benar diuji,” ujar Widy.

Ia juga menambahkan bahwa perubahan format ini akan memaksa klub untuk lebih serius dalam membangun skuad, terutama dari sisi rotasi pemain lokal.

“Klub harus punya bench yang kuat. Kalau tidak, akan kesulitan menjaga performa di seri panjang. Ini bagus untuk perkembangan pemain lokal dan standar profesional liga,” lanjutnya.

Sementara itu, manajemen IBL menilai format baru ini akan mengurangi faktor keberuntungan dan memberi ruang bagi strategi serta mental bertanding menjadi penentu utama.

Selain meningkatkan kualitas persaingan, format best of five juga diharapkan berdampak positif terhadap nilai komersial liga, baik dari sisi siaran, sponsor, maupun minat penonton.

Dengan perubahan ini, IBL 2026 diproyeksikan menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam sejarah liga, sekaligus menegaskan komitmen IBL dalam mendorong pertumbuhan bola basket profesional di Indonesia.  (**)