MAKASSAR, UJUNGJARI.COM — Darmawangsyah Muin (DM) yakin Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) akan mampu menjadi wadah lahirnya para atlet karate yang berprestasi gemilang serta menguatkan posisi profesionalisme bagi para wasit juga juri.

Keyakinan itu disampaikan DM selaku Ketua KONI Sulsel kepada FORKI yang saat ini kembali dinahkodai oleh Amir Uskara (AU). Dua politisi yang pernah berhadapan pada Pilkada Gowa pada 2024 kemarin, kini jadi partner terbaik dan saling mensupport dalam peningkatan keolahragaan di Sulawesi Selatan khususnya dalam pengembangan FORKI Sulsel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disampaikan DM yang juga Wakil Bupati Gowa saat menghadiri pelantikan Pengurus Provinsi FORKI Sulawesi Selatan yang berlangsung pada Kamis (29/1) di Hotel Claro Makassar.

Dalam kegiatan itu, DM meminta agar pengurus FORKI Sulsel terus meningkatkan pembinaan atlet secara berkelanjutan dan lebih perhatian terhadap peningkatan kualitas wasit dan juri di olahraga beladiri ini.

Ketum PB FORKI Hadi Tjahjanto. (foto/ist)

“Kita berharap di era kepemimpinan Kakanda Amir Uskara ini, prestasi atlet-atlet FORKI Sulsel semakin meningkat. Terutama penyiapan wasit dan juri yang kompeten dan profesional,” ucap DM.

Diakuinya, bahwa saat ini potensi FORKI Sulsel tidak diragukan. Karena itu, DM berharap, kedepannya perangkat pertandingan bekerja secara objektif dan profesional. Hal ini juga akan mewujudkan potensi-potensi baru dan karakter dari para atlet. Dia pun berharap, FORKI Sulsel terus menjadi kebanggaan daerah Sulsel melalui prestasi-prestasi yang diraih.

DM mengakui bahwa karate menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Sulawesi Selatan yang konsisten menyumbangkan prestasi. Hal itu tak terbantahkan ketika berlangsung Pekan Olahraga Nasional (PON) kemarin, FORKI Sulsel tampil meraih prestasi yang gemilang.

“Ke depan pada PON 2028 mendatang, KONI Sulsel punya target besar. KONI Sulsel menarget bisa tembus 10 besar klasemen perolehan medali nasional. Tentu target ini hanya bisa tercapai jika dilakukan kolaborasi yang baik oleh semua cabor dalam naungan KONI Sulsel termasuk dari FORKI ini. Kolaborasi yang kita maksud adalah terkait pembinaan atlet dan pembangunan karakter. Jika itu dilakukan optimal maka tentu atlet emas dan target yang kita harapkan dapat tercapai,” tegas DM.

Ketum KONI Sulsel Darmawangsyah Muin. (foto/ist)

Apa yang dikatakan DM senada dengan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) FORKI, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto. Hadi menekankan pentingnya profesionalisme wasit dan juri dalam setiap kejuaraan karate.

Bahkan Hadi berharap kepengurusan FORKI Sulsel di bawah kepemimpinan AU mampu meningkatkan kualitas manajemen organisasi dan sistem perwasitan.

“Permasalahan kita selama ini adalah ego sektoral. Padahal, tanpa ego tersebut kita sebenarnya memiliki peluang besar tampil di ajang internasional. Salah satu kendala utama adalah wasit dan juri yang masih tendensius. Ini harus dibenahi. Wasit dan juri harus profesional agar kejuaraan berjalan adil dan melahirkan atlet terbaik,” tegas mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI ini.

Hadi pun mendorong agar segera dilakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota.

“Saya mencatat bahwa Sulawesi Selatan memiliki sejarah kuat dalam olahraga karate di tingkat nasional. Prestasi emas terus diraih pada PON Aceh–Sumut, PON Jawa Barat hingga PON Papua. Dengan dukungan KONI Sulsel dan Dispora Sulsel, saya yakin pembinaan atlet bisa terus ditingkatkan hingga melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional,” jelas Hadi.

Mendengar harapan besar Ketum PB FORKI dan Ketum KONI Sulsel, Amir Uskara sebagai Ketua Umum FORKI Sulsel terpilih menegaskan komitmennya untuk membawa FORKI Sulsel berkontribusi positif dalam pembinaan atlet, pelatih serta organisasi.

“Atlet karate kita telah membuktikan kemampuannya dengan prestasi di tingkat nasional dan kerap dipercaya mewakili Indonesia pada berbagai ajang internasional. Karena itu, apa yang telah ditorehkan selama ini akan kami pertahankan dan tingkatkan ke depan,” janji AU dalam kegiatan yang turut dihadiri Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel Suherman dan para pengurus FORKI kabupaten dan kota se-Sulsel.

AU menyebutkan, dari 25 perguruan karate yang ada di Indonesia, sebanyak sembilan perguruan aktif berada di Sulsel.

Menurut AU, saat ini FORKI Sulsel tidak hanya fokus mengejar medali tapi juga membangun karakter atlet karate yang disiplin dan berintegritas.

Terima kasih atas kehadiran serta arahan Ketua Umum PB FORKI dan jajaran pengurus pusat serta harapan Ketua Umum KONI Sulsel. Ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk membangun FORKI Sulsel lebih baik,” komitmen AU. –