JAKARTA, UJUNGJARI.COM — Kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional, BRI Super League 2025–2026, kembali bergulir dengan menyajikan rangkaian pertandingan menarik pada pekan ke-20.
Laga-laga krusial ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (6/2/2026) hingga Minggu (8/2/2026), dan dipastikan berpengaruh besar terhadap peta persaingan di papan klasemen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pekan ke-20 akan dibuka dengan laga sarat gengsi antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo.
Pertandingan legendaris ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat sore pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung, Bantul, yang menjadi markas PSIM Yogyakarta.
Kedua tim sama-sama datang dengan motivasi tinggi setelah menelan hasil kurang maksimal pada pekan sebelumnya.
Pada pertemuan pertama musim ini, tepatnya di pekan ke-12, PSIM dan Persis harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 2-2 di Stadion Manahan, Solo.
Panitia Pelaksana PSIM Yogyakarta memastikan kesiapan penuh, termasuk pengamanan ketat, demi kelancaran laga yang diprediksi berlangsung panas tersebut.
Masih di hari yang sama, pertandingan besar lainnya akan tersaji pada pukul 19.00 WIB. Persib Bandung dijadwalkan menjamu Malut United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kabupaten Bandung.
Laga ini menjadi ajang balas dendam bagi Maung Bandung setelah pada pertemuan leg pertama harus mengakui keunggulan Malut United dengan skor 0-2.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit, terlebih Malut United diperkuat sejumlah mantan pemain Persib yang tampil gemilang pada leg pertama, seperti Ciro Alves dan David da Silva.
Kehadiran para eks pilar Maung Bandung tersebut diyakini bakal menambah tensi dan daya tarik laga.
Seluruh pertandingan pada pekan ke-20 ini menjadi sangat penting bagi setiap kontestan.
Setiap poin yang diraih akan bernilai krusial mengingat ketatnya persaingan di klasemen sementara BRI Super League musim ini, baik di papan atas maupun zona bawah.
Musim 2025–2026 sendiri menandai era baru sepak bola nasional setelah kompetisi ini resmi berganti nama dari Liga 1 menjadi BRI Super League. Rebranding tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar kompetisi agar mampu bersaing di level Asia.
Sebanyak 18 klub, termasuk tiga tim promosi, turut ambil bagian dan siap menghadirkan kejutan sepanjang musim. (**)

